Pertemanan

3 Cara Hindari Gosip di Kantor

Oleh Desi Wulandari

"Who gossips to you will gossip of you.” – Turkish proverb

Di tengah tumpukan pekerjaan atau di sela-sela jam makan siang, kita biasanya memanfaatkan waktu luang dengan ngobrol bareng teman sekantor. Entah mengeluh karena kerjaan ngga kunjung selesai, saling bertanya acara di akhir pekan, atau membahas film yang baru tayang. Eh, tapi hati-hati. Jangan sampai chit-chat dengan rekan kerja jadi ajang berbagi gosip di kantor, lho.

Gosip seringkali dipandang sebagai hal yang negatif. Alasannya karena kebanyakan topik yang dibicarakan belum dipastikan kebenarannya (penuh dengan “katanya”), berisi sindirian atau ketidaksukaan kepada pihak tertentu, dan biasanya membicarakan seseorang yang ngga hadir pada saat itu (ngomongin di belakang). Gosip di kantor biasanya ngga jauh dari anak baru yang sikapnya sombong, atasan yang pilih kasih sama karyawan tertentu, sampai kehidupan pribadi karyawan dari divisi lain.

Baca Juga: Kerja dari Rumah Bikin Stres? Ini Sebabnya

Gosip di kantor ternyata ngga hanya berdampak buruk bagi kehidupan sosial, tapi juga memengaruhi kesehatan mental orang yang menjadi subjek obrolan. Dikutip dari laman RobertHalf.com, gosip yang menjurus ke perundungan bisa menimbulkan gangguan kecemasan, burnout secara psikis, gejala migraine, sampai merubah cara pandang korban. Ibunda punya beberapa cara supaya kamu  terhindar dari gosip di kantor: 

Abaikan dan Cukup Tahu 

Kalau kamu melihat ada dua atau tiga teman kantor yang mengobrol di pojok ruangan, saling berbisik, dan matanya awas melihat ke setiap sudut, lebih baik abaikan saja. Jangan malah penasaran dan bikin kamu ikut bergabung bersama mereka. Misal sudah terlanjur ada dalam circle tersebut, cukup berpura-pura mendengarkan dan berhenti di kamu buat memutus penyebaran gosip di kantor agar tidak meluas. 

Ubah Topik Pembicaraan 

Jika dalam kelompok obrolanmu sudah mulai membicarakan seseorang dengan tendensi negatif atau membahas desas-desus yang belum pasti, cobalah untuk segera mengubah topik pembicaraan. Kamu juga bisa mengatakan kalau ngga tertarik dengan obrolan tersebut dan mengalihkannya ke topik yang lebih menarik. Secara ngga langsung, kamu bisa menghentikan penyebaran gosip di kantor. 

Bicarakan Langsung Jika Ada Masalah 

Suatu hari kamu terlibat masalah dengan atasan. Menghilangkan data penting kantor dan salah membuat laporan, misalnya. Karena ngga terima dengan perlakuan beliau, kamu mengeluh ke teman kantor betapa ngga pengertiannya beliau. Nah, bisa jadi suatu saat nanti curhatanmu itu menyebar jadi gosip di kantor dan boomerang buat dirimu sendiri. Lebih baik bicara dan selesaikan secara langsung masalahnya kepada yang besangkutan.

Baca Juga: #SehatMentalDiRumah, Donasi Lawan COVID-19

Nah, apa yang akan kamu lakukan kalau tiba-tiba kamu yang jadi tokoh utama dalam gosip di kantor? Menghadapinya dengan cara yang sopan dan bijaksana tentu akan lebih baik daripada membuat keributan. Ngga perlu terbawa emosi dan katakan bahwa apa yang didengar oleh orang tersebut adalah berita yang salah dan keliru.

Ingat, bahwa rekan kerja dan kantor bukan tempat yang tepat untuk berbagi semua informasi yang kamu punya. Kalau kamu ingin berbagi cerita atau merasa lelah dengan lingkungan kantor yang toxic, kamu bisa berbicara dengan psikolog untuk membantumu merasa lebih baik. Mau coba sekarang? Bisa klik di sini untuk bercerita dan minta bantuan. Kamu akan ditangani oleh profesional dan pasti akan mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Semoga bisa membantu, ya!


Tanggapan mereka