Pertemanan

3 Cara Tepat Menghadapi Si Bossy

Oleh Ataya Suyoto

Disaat kita bekerja entah itu di dalam lingkup kantor, kerja kelompok di kampus ataupun di sekolahan, pasti ada aja nih si dia yang selalu ngatur dan suka nyuruh-nyuruh. Sikap mereka itu bisa dibilang bossy. Gimana sih rasanya kalau kita disuruh-suruh seseorang yang kita tidak dekat, sok tau, apalagi sama sekali enggak mengapresiasi pekerjaan dan usaha kita? Terkadang pasti kita merasa marah dan jengkel dong ya, namanya juga manusia.

Namun, bersikap emosional enggak akan membantu dia untuk belajar mengenai kesalahannya. Malahan akan mempersulit situasi antara kamu, dia, dan pekerjaan atau tugas kamu lho! Nah, kali ini psikolog Veronica Adesla dari Personal Growth akan membantu kamu dalam menyikapi si dia yang bossy dengan cara yang sehat.

1. Mengacu pada fakta

Ketika menghadapi seseorang yang bersikap bossy, pastikan kamu selalu mengacu dan berpegang pada fakta-fakta yang ada ya. Ungkapkan pendapat atau argumenmu berdasarkan fakta yang akurat dan rasional. Oh iya, tapi ingat ya ketika beragumen coba deh untuk jangan kemakan emosi. Beragumen boleh tapi emosinya tetap dijaga ya.

2. Understand the rule and your role

Ikuti aturan mainnya! Entah siapapun orang yang bersikap bossy tersebut, tentu sudah ada ‘aturan’ tak tertulis di antara kalian tentang bagaimana berelasi, cara bersikap, apa yang boleh dan tidak dilakukan, dan sebagainya. Pastikan kamu memahami ‘aturan’ itu ya. Pahami juga peranmu sebagai apa, and stick to it! Saat ada hal-hal yang di luar itu, kamu tidak perlu bertindak dan menanggapinya. Selain itu, posisikan dirimu setara dengan orang tersebut agar kamu tetap memiliki rasa hormat dan menghargainya ya!

3. Jangan terbawa emosi

Ingat! Sikapi karakter dia yang bossy itu dengan tenang ya. Jangan buru-buru emosi ketika dirinya mulai bertingkah. Jika ini kamu menemukan si bossy, ada baiknya untuk ikuti saja aturan yang dan enggak terpancing emosi ya. Karena itu justru akan memperkeruh suasana. 


Tanggapan mereka