Keluarga

3 Ciri Remaja Butuh Bantuan Psikolog

Oleh Salsabila Ainurrohman

Menurut data dari WHO, angka depresi global meningkat lebih dari 18 persen sejak tahun 2005. Itu berarti, semakin majunya peradaban tidak menjamin orang-orangnya otomatis jadi bahagia semua. Justru tuntutan kehidupan ala kekinian malah bikin orang gampang terserang depresi, itu kata Jean Twenge, seorang profesor psikologi di Universitas San Diego California.

 

Depresi ini pun ngga melulu dialami sama orang dewasa aja, tapi justru remaja juga punya persentase depresi yang cukup tinggi, termasuk di Indonesia. Kesulitan memahami mata pelajaran, trauma, penolakan sosial, bullying, konflik orang tua, sampai masalah pindah rumah atau pindah sekolah, juga bisa jadi faktor yang membuat remaja mengalami stress bahkan berujung depresi hingga akhirnya melakukan hal-hal nekad di luar nalar.

 

Sayangnya, tidak banyak remaja yang menyadari kalau dirinya mengalami gangguan mental. Atau disaat dia sadar dirinya butuh dukungan psikis, justru lingkungannya yang ternyata kurang mendukung. Padahal, kondisi mental juga ngga kalah pentingnya lho dengan kesehatan fisik, harus dijaga dengan berkonsultasi pada ahlinya. Yup tul, psikolog.

 

Sayangnya lagi nih, banyak orang yang masih menganggap tabu tentang psikolog. Dikiranya punya gangguan jiwa yang parah lah, atau stigma negatif lainnya yang sering membuat orang mengurungkan niatnya untuk berkonsultasi pada ahlinya.

 

Perlu diingat, pergi ke psikolog itu ngga melulu ketika seseorang sudah dianggap ‘tidak waras’. Sering merasa cemas, susah tidur, susah fokus ketika belajar, sering menyendiri, atau merasa tertekan dengan lingkungan sosial, bisa jadi tanda-tanda psikis yang sangat wajar jika dikonsultasikan kepada ahlinya.

 

Melansir dari Psychology Today, curhat ke psikolog bahkan bisa jadi wajib lho, kalau remaja sudah mengalami beberapa hal ini:  

 

Self Harm

Sering menyakiti diri sendiri, misalnya memukul atau bahkan mencoba mengiris nadi sendiri, ini jadi salah satu tanda gangguan emosional serius yang mengharuskannya untuk segera konsultasi pada psikolog. Pasalnya nih, self harming atau menyakiti diri sendiri itu bisa membentuk kebiasaan dan dapat terjadi berulang seiring waktu.

 

Terjebak Alkohol dan Drugs

Banyak remaja yang terjebak kecanduan alkohol bahkan obat-obat terlarang karena faktor depresi dan lingkungannya yang negatif. Jika ini terjadi, segeralah bertindak karena jika dibiarkan maka akan memberikan dampak berkepanjangan nantinya.

 

Melakukan Percobaan Bunuh Diri

Depresi dan putus asa, terkadang membuat seorang remaja akhirnya nekad untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam hal ini, tak jarang orang tua justru menyalahkan apa yang dilakukan anak dan tidak melakukan tindakan lanjutan untuk mengatasi permasalahannya. Padahal, jika anak sampai melakukan percobaan bunuh diri, itu artinya dia sangat-sangat-sangat butuh penanganan psikolog.

 

Itulah 3 ciri remaja yang butuh bantuan psikolog sesegera mungkin. Hal ini bukan berarti menunjukkan kegagalan orang tua dalam mengasuh anak, tapi justru wujud kasih sayang supaya anak bisa menikmati masa remaja nya dengan semaksimal mungkin.

 

Yuk ke psikolog. Kamu bahkan bisa lho konsultasi masalah psikologis secara online sama Bunda. Mau coba? Kamu bisa konsultasikan semua keluhan dan keresahan kamu di LINE @Ibunda atau www.ibunda.id, Bunda siap jadi konselor pribadi kamu.


Tanggapan mereka