Keluarga

4 Cara Menghadapi Penyesalan Setelah Menikah

Oleh Salsabila Ainurrohman

Menikah muda jadi cita-citanya sejak lama, dan akhirnya terwujud di usianya ke 23. Tapi, hari-hari yang dijalani setelahnya terasa berkali-kali lipat lebih berat dibandingkan sebelum dia menikah dulu. Namanya Anin. Anin harus berhenti dari pekerjaannya, dan menjalani rutinitas berulang-ulang setiap hari di rumah untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya yang pernah dia cita-citakan dulu. Semakin hari, semakin Anin merasa kalau pernikahannya telah merenggut banyak hal dari dirinya, sampai muncullah penyesalan karena pernikahan yang menurutnya teralu dini.

Ini cerita Anin, dan di luar sana mungkin ada banyak Anin yang lain yang juga merasakan kekecewaan yang sangat bahkan sampai menyesal karena telah memutuskan untuk menikah. Dalam sebuah survey dari AOL Living dan Woman’s Day bahkan disebutkan, sebanyak 50% lebih dari tiga puluh lima ribu perempuan merasa menyesal dengan pernikahannya karena merasa telah menikah dengan orang yang gak tepat. Sebagian besar dari mereka bahkan sempat berpikiran untuk meninggalkan pasangannya. Waduh.. ngeri juga ya?

 

Baca Juga: Ketika Asmara Gak Seindah Drama Korea

 

Menikah memang bukan perkara mudah, perlu banyak banget pertimbangan biar akhirnya gak berujung penyesalan kaya Anin tadi. Tapi, kalau udah kadung berada dalam lingkaran pernikahan dan muncul rasa menyesal, harus gimana? Nah psikolog Kantiana Taslim, M.Psi dari Personal Growth menjelaskan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan dan menjaga kehidupan pernikahan yang harmonis, bahagia, dan saling menghargai satu sama lain.

Menjaga Kenyamanan Satu Sama Lain

Dalam menjalani kehidupan pernikahan, penting untuk tetap menjaga keintiman antara suami dan istri. Keintiman yang terbangun dan terjaga dengan baik dalam berbagai aspek, baik fisik maupun emosional, membuat rasa cinta dan kenyamanan di antara suami-istri semakin meningkat. Hal ini penting, karena ketika hari tua datang, kenyamanan dan kedekatan antara satu sama lain merupakan faktor yang membuat hubungan tetap erat.  Always try to find good little things in your partner and don’t focus on their negative sides. Ingatlah kalau gak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita sendiri dan pasangan kita.

Jangan Lupa Jaga Komunikasi

Rasa percaya merupakan hal yang mendasar dan sangat penting untuk dimiliki pasangan suami istri. Kalau ada rasa percaya, kejujuran, komunikasi yang terbuka dan asertif, ini dapat membantu membina hubungan suami istri menjadi lebih erat. Ketika pasangan merasa dipercaya, ia akan lebih nyaman untuk mengkomunikasikan berbagai hal secara terbuka, sehingga penyelesaian masalah pun juga dapat dilakukan dengan baik. Di sisi lain, penting juga buat suami dan istri untuk saling menjaga rasa percaya yang diberikan pasangannya karena kepercayaan itu seperti kertas, sekali dia rusak, maka akan susah untuk kembali seperti sedia kala.  

Ada Pembagian Peran yang Seimbang

Dalam membangun keluarga, kerjasama, kekompakan, dukungan di antara suami-istri merupakan hal yang penting demi terciptanya pernikahan yang solid. Suami dan istri diharapkan dapat berbagi peran dan tanggung jawab dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Pembagian peran dan tanggung jawab tersebut dapat disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan dari masing-masing pasangan. Tapi jangan lupa, yang terpenting adalah harus didiskusikan dan disepakati bersama. Misalnya, ibu mengantar sekolah dan ayah yang memasak, atau suami membantu membersihkan rumah dan istri mengurus cucian, dan sebagainya.

Perlu Evaluasi Satu Sama Lain

Evaluasi yang dilakukan dalam sebuah hubungan pernikahan merupakan aspek penting yang menunjang perkembangan hubungan pernikahan menjadi lebih baik. Dengan komitmen suami-istri untuk terus mengevaluasi berbagai aspek pernikahan yang sudah baik dan perlu dipertahankan, serta mana aspek yang masih perlu ditingkatkan, maka hubungan pernikahan akan berjalan ke arah yang lebih baik.

 

Baca Juga: Tanda-tanda Ini Buktikan Kamu Siap Menikah

 

Nah itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah tangga sebelum berujung dalam penyesalan atau bahkan perpisahan. Jika permasalahan kamu dan pasangan gak kunjung usai dan seperti gak ada jalan keluar, berkonsultasi dengan professional mungkin menjadi hal jalan yang kamu butuhkan saat ini. Kamu juga bisa mulai berkonsultasi dengan psikolog ibunda di sini. Semoga bermanfaat!


Tanggapan mereka