Masalah Diri

5 Tahapan Kesedihan Ketika Seseorang Berduka

Oleh Salsabila Ainurrohman

Apa yang kamu rasakan ketika harus kehilangan orang paling berharga dalam hidup? Putus cinta, kehilangan sahabat, atau bahkan harus ditinggal seseorang untuk selama-lamanya karena kematian. Pasti ngga mudah, ketika seseorang yang biasanya selalu hadir untuk kita kemudian harus pergi lebih dulu dan ngga kembali lagi.

 

Ketika hal buruk ini terjadi, mau tidak mau siap tidak siap terkadang kita harus menghadapinya. Dan ketika rasa duka cita muncul, setiap orang punya cara-caranya sendiri dalam menghadapi kesedihan yang mendalam yang muncul karenanya.

 

Dr. Elisabeth Kubler-Ross dalam bukunya On The Death and Dying (1969) menyebutkan, ada 5 tahapan kesedihan atau 5 stages of loss yang dirasakan individu ketika harus kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya.

 

Denial

 

Reaksi pertama dalam 5 tahapan kesedihan yang muncul adalah denial atau penolakan. Siapa sih yang mau hal buruk terjadi dalam hidup? Dan ketika hal itu harus terjadi, reaksi normal yang muncul adalah penolakan akan keadaan dan menganggap bahwa apa yang terjadi bukanlah hal nyata. Denial ini bisa terjadi secara alamiah sebagai bentuk defense diri kita bahwa apa yang terjadi bukanlah hal buruk. 

 

Anger

 

Ketika individu mulai menyadari kalau apa yang terjadi adalah nyata, Ia menjadi frustasi dan muncul anger atau amarah karena merasa tidak adil dengan apa yang terjadi. Respon psikologis yang muncul misalnya ‘kenapa ini harus terjadi? Kenapa aku?’.  

 

Bargaining

 

Di tahap ketiga, adalah bargaining atau tawar menawar pada kesedihan yang dialami. Orang yang mengalami trauma serius biasanya lebih lama berada di tahap ini, di mana dia berkompromi dengan hal buruk yang terjadi untuk berusaha membuat perasaan lebih ringan. Misalnya muncul reaksi ‘seandainya aku yang ada diposisi dia..’ atau ‘semua ini ngga akan terjadi kalau aja..’.

 

Depression

 

Depresi adalah puncaknya, ketika rasa duka cita terjadi berlarut-larut. Dalam tahap ini, individu akan mengalami kesedihan yang sangat mendalam sampai tidak punya semangat hidup. Jadi putus asa, bahkan cenderung mengisolasi diri dari lingkungan.

 

Acceptance

 

Ini adalah tahapan terakhir, ketika individu udah mulai menerima kenyataan dengan ikhlas, tenang, dan emosi mulai kembali stabil. Mengambil hikmah dan menyadari kalau kematian itu pasti terjadi pada siapa pun, dan waktu lah yang menentukan. Reaksi psikologis yang muncul misalnya ‘semua akan baik-baik aja kok, dan aku bisa menghadapi ini’.

 

Itulah 5 tahapan kesedihan yang dirasakan seseorang ketika merasakan kehilangan mendalam. Adalah reaksi normal kalau kamu sedih bahkan marah ketika hal buruk terjadi. Just feel it dan menangislah jika memang semua terlalu sulit.

 

Tears shed for another person are not a sign of weakness. They are a sign of a pure heart.” José N. Harris

 

Kalau kamu butuh teman cerita, kamu juga bisa cerita sama Bunda. Bunda siap jadi personal counselor kamu di mana pun. Dengan #beranibercerita, percayalah semua beban akan terasa lebih mudah. Mau cerita? Hubungi Bunda di www.ibunda.id atau LINE @Ibunda ya.


Tanggapan mereka