Masalah Diri

Abel Cantika, Medsos dan Kesehatan Mental

Oleh Salsabila Ainurrohman

Pergi ke tempat kece? Jangan lupa cekrek, upload. Mau makan? Cekrek, upload. Bangun tidur, cekrek, upload. Lagi nangis dengan air mata berlinangan? Wah harus banget cekrek, upload.

Kamu kaya gitu juga? Hati-hati tuh, jangan-jangan kamu termasuk dalam golongan netizen yang kegandrungan media sosial akut. Pake media sosial emang boleh aja, tapi kalau sehari aja udah gatel pingin cekrek, upload, dan merasa tidak tenang kalau belum cek feed atau notif di medsos, ini bisa jadi salah satu tanda kalau kamu harus segera mengurangi porsi ‘main’ di medsos. 

Kehadiran medsos awalnya memang punya peran mulia, untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya. Tapi ternyata, terlalu sering berkutat dengan gadget dan buka medsos pun punya banyak dampak negatifnya.

Sebuah studi dari UK disability charity Scope menunjukkan, 62% pengguna media sosial merasakan ketidakpuasan terhadap hidupnya sendiri, dan 60% dilaporkan mengalami kecemburuan sosial karena sering banget membanding-bandingkan dirinya dengan netijen yang lain. Ini lah yang bisa merusak kesehatan mental seseorang.

Selain dari berbagai riset ilmiah, dampak negatif medsos juga sebetulnya banyak dirasakan oleh seleb-seleb medsos yang notabene lebih banyak menghabiskan waktunya di medsos dibandingkan netizen pada umumnya.

Abel Cantika misalnya, seorang beauty vlogger hits yang eksis di medsos ini mengakui kalau keseringan buka medsos itu ada banyak dampak negatifnya. Untuk itu, menurut Abel para pengguna aktif medsos sangat perlu untuk meluangkan waktunya dengan tidak membuka media sosial.

Kalau kata Abel di akun Instagramnya @abellyc nih, dia menyebutkan beberapa alasan kenapa kita perlu untuk escape sejenak dari riuh kehidupan media sosial (atau ada juga yang menyebutkan dengan puasa medsos).

 

Bisa Bikin Depresi

Menurut Abel, mengurangi porsi penggunaan media sosial itu teramat-sangat-sangaat penting karena berdampak pada mental health. Terlalu sering mengakses media sosial nyatanya akan sangat berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang, bahkan bisa bikin depresi juga lho.

 

Sulit Bahagia

Sebuah studi di Universitas Michigan menunjukkan, semakin lama seseorang menggunakan medsos maka semakin sering pula ia merasa kurang bahagia. Hal ini juga diakui oleh Abel Cantika. Meski dirinya mendapatkan eksistensi melalui media sosial, namun dirinya menyempatkan untuk escape dari media sosial selama beberapa waktu. Menurut Abel, tidak mengakses media sosial adalah langkah tepat untuk menemukan kebahagiaan. Ngga percaya? Coba aja.

 

Sering Merasa Tidak Tenang

Setiap upload atau posting sesuatu, biasanya netizen akan langsung mantengin notification medsos nya. Ada berapa ya yang like or comment? Kesenangan mungkin bisa terasa pas dapet komen bagus dan like banyak, eh pas dinyinyirin dan dapet like minim, hati mulai gundah, tak tenang. Kalau kamu sering ngerasa kaya gitu juga, sekarang saat yang tepat buat kamu libur dulu dari buka medsos. Coba deh singkirkan sejenak hasrat untuk mengekspose kehidupan kamu di medsos, dan tenangkan pikiran kamu dengan hal-hal positif yang kamu sukai.

 

Aktif di media sosial emang bukan sebuah kesalahan. Bersosialisasi dan turut mengikuti tren juga baik kok, selama kita bisa memberikan porsi juga untuk membuat diri kita bahagia dan merasa berharga tentunya.

Kalau kamu greget pengen curhat di medsos, daripada dapet komentar nyinyir dari netijen maha benar yang bikin hati teriris-iris, mending sini curhat sama Bunda aja. Kamu bisa cerita masalah apa pun yang kamu alami, mau sedih, galau, apa pun kondisi hati kamu, dan akan Bunda kasih solusi terbaiknya. Caranya? Bisa melalui LINE @Ibunda atau bisa juga di website www.ibunda.id. Kuy curhat.


Tanggapan mereka