Keluarga

Alasan Sebaiknya Berhenti Cium Bayi Sembarangan

Oleh Salsabila Ainurrohman

“Anaknya gemes banget deh, jadi pengen cubit”

“Uwuw pipinya chubby banget. Sini sun dulu sini”

 

Pasti kamu sering dong denger atau bahkan menyebutkan ucapan itu ketika ngeliat anak yang menggemaskan? Saking gemesnya sampai pipinya diuwel uwel, dan di sun-sun sampai bayi nya nangis. Seringkali, munculnya rasa ‘gemes’ sama bayi yang lucu itu nggak terbendung dalam hati ya sampai disalurkan lewat melakukan kontak fisik sama bayi. 

 

Nah, menurut riset yang dilakukan di Yale University, memang wajar jika muncul dorongan dari dalam diri untuk menyentuh sesuatu yang tampak menggemaskan. Itu karena, setiap melihat sesuatu yang menggemaskan logika kita akan menganggap hal itu harus diperlakukan dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.

 

Mencubit, mencium, atau toel-toel bayi gemes selintas memang terdengar wajar-wajar aja, tapi hal ini berujung cukup fatal dalam beberapa kasus. Salah satu yang jadi korban adalah seorang bayi gemes bernama Ryu. Sang ayah dalam akunnya @papeeryuzio menceritakan betapa perilaku nyolek-nyolek sampai mencium anak orang itu berbahaya, terutama buat anak.

 

Saat itu Ryu diajak oleh ayah dan ibunya ke acara pernikahan, dan resiko menjadi anak yang gemes, orang-orang seketika menghampirinya sambil ngesun-sun, dan toel-toel pipi bulatnya. Sampai beberapa jam berlalu, kulit pipi Ryu tiba-tiba gatal-gatal, muncul bintik merah, bahkan sampai luka. Setelah diperiksa, ternyata Ryu mengalami eczema dan kulitnya memang sangat sensitif. Tuh kan, berawal dari gemes-gemes sama bayi orang, nggak taunya malah bikin anak itu kesakitan. Kan kasihan..

 

Bahaya Pada Anak

 

Membiarkan anak mendapatkan kontak fisik dengan orang asing ternyata bisa berdampak buruk untuk kesehatan anak. Selain seperti kasus yang dialami Ryu, ada juga banyak kasus lain yang membuat anak jadi korban karena orang-orang yang gemas sama mereka. Kulit bayi masih sangat sensitif, dan rentan dengan bakteri berbahaya.

 

Gimana Cara Menolaknya?

 

Sebagai orang tua, pasti pernah juga dihadapkan dengan kasus serupa Ryu ya. Seringkali orang-orang yang sebenarnya nggak begitu kita kenal langsung ngajak anak kita bercakap-cakap, bahkan nggak jarang ada beberapa orang yang melakukan kontak fisik seperti mengelus pipi, memegang kepala atau tangan, sampai mencium anak kita. Kalau anaknya nggak terganggu dan orang tua nya juga ngga keberatan sih aman. Tapi gimana kalau ada orang asing yang melakukan hal serupa tanpa izin? Boleh nggak sih kita menyampaikan ketidaknyamanan kita terhadap perilaku orang lain yang menyentuh anak kita?

 

Psikolog Tiga Generasi Marcelina Melissa M.Psi mengatakan, tentu boleh. Tapi, harus benar-benar menggunakan cara penyampaian yang sesuai. Sampaikanlah keberatan yang kita rasakan dengan berkomunikasi yang jelas dan asertif. Misalnya dengan menarik stroller atau menarik anak secara halus sambil menunjukkan bahasa non-verbal yang sopan, misalnya tersenyum. Orang tua juga dapat sambil mengucapkan kata seperti “permisi”.

 

Hal yang perlu diingat adalah itu sudah jadi hak kita untuk merasa nyaman ataupun tidak nyaman atas perilaku orang lain terhadap anak kita. Nah, karena anak kita belum dapat menyampaikan apa yang dirasakannya (terutama bayi yang belum dapat berbicara), maka kitalah sebagai orangtua yang bertanggungjawab untuk menjaga anak kita sesuai dengan nilai-nilai yang kita miliki. Cara berkomunikasinya sangatlah beragam, dan disesuaikan juga cara yang membuat kita merasa nyaman. Namun yang penting kita harus memastikan cara penyampaian kita tetap santun dan pesan dapat tersampaikan dengan jelas. Dengan komunikasi yang tepat ini, tentu kamu tetap bisa melindungi anak tanpa perlu bermasalah dengan orang lain.

 

Gimana kalau orang lain jengkel sama kita? Dibilang ‘ih rempong banget sih, nyium anak aja nggak boleh?’, well, selama untuk kebaikan anak sih itu bukan masalah. Intinya, setiap orang tua punya cara dan aturannya sendiri dalam mengurus anak. Jadi nggak usah terlalu khawatir dengan apa yang akan dipikirkan orang lain yaa.

 

Buat kamu yang butuh sharing soal masalah dalam hidup kamu, kamu juga bisa lho curhat sama counselor terlatih di Ibunda. Yuk curhat dan #BeraniBercerita di www.ibunda.id atau di LINE @Ibunda. Bunda siap jadi pendengar terbaik kamu di mana aja kapan aja. 

 


Tanggapan mereka