Percintaan

Alasan Sebaiknya Ngga Berteman Sama Mantan

Oleh Salsabila Ainurrohman

Masih berteman sama mantan? Mungkin kamu mengira  itu bukan masalah besar. Tapi ternyata nih, ada riset yang menunjukkan kalau sebaiknya kamu ngga temenan sama mantan. Hmm.. mamam~

 

 

Bukan hal yang mudah memang, ketika biasanya ada doi yang jadi alarm bangun bobok sampai jadi lullaby buat bobo lagi, terus sekarang berbeda karena udah putus. Beberapa orang mungkin ada yang berusaha ‘biasa aja’ dengan tetap menjalin komunikasi sama mantan kaya biasa. Bahkan, sebuah riset di Universitas Kansas Amerika Serikat menyebutkan, sebanyak 60% dari pasangan yang udah putus, memutuskan untuk menjalin hubungan pertemanan.

 

Buat dia yang kecewa berat, merasa dikhianati, ditinggalkan dalam kondisi marah, mungkin bakal mikir berkali-kali buat ngontak mantan lagi. Juga nih, orang yang justru jadi pemutus hubungan bisa aja muncul rasa bersalah, jengkel, sampai muak. Nah, mungkin ngga tuh dengan masih adanya perasaan-perasaan kaya gitu trus mau menjalin hubungan pertemanan?

 

Resiko Berteman sama Mantan

 

Adanya perasaan pengin temenan sama mantan itu, kalau katanya therapist Nina Atwood, muncul karena ingin seseorang berusaha untuk mengurangi rasa sedih dan kehilangannya. Mungkin temenan sama mantan pacar terdengar seperti ide yang bagus, tapi ada banyak banget tantangan yang harus dihadapi. Misalnya tabrakan sama perasaan emosional yang bisa bikin baper.

 

Yawis.. stalking di sosmed mah ngga apa-apa lah ya..

 

Jawabannya, no. Hal terpenting untuk benar-benar move on dari mantan adalah dengan mengizinkan diri kamu untuk menemukan sumber bahagia di tempat lain. Melansir dari Psychology Today, psikolog Juliana Breines juga menyebutkan adanya hubungan antara stalking sosmed sama peningkatan rasa cemas dan kecemburuan. Jadi, ngga usah buka-buka lagi dah tuh pintu kenangan bersama mantan. Termasuk, buka-buka akun sosmednya dia. Gimana kalau ternyata dia udah posting sama pasangannya yang baru? Makin pecah berkeping-keping ngga tuh perasaan kamu?

 

Ada lagi. Menurut riset di Oakland University nih, orang yang cenderung ‘memaksakan’ diri untuk tetap berteman sama mantan itu bisa jadi salah satu tanda psikopat. Ekstrem banget sih kesannya. Tapi, dari riset itu disebutkan seseorang yang memilih untuk tetap berteman sama mantan menunjukkan adanya niat manipulatif, uang, sampai seks. Nah, rangkaian motivasi ini bisa jadi karakter kompleks karena ada permainan emosi naik turun, dan jadi salah satu tanda pribadi psikopat. Tapi jangan khawatir, ini ngga berlaku buat semua orang kok. 

 

Trus, Harus Gimana Dong?  

 

Bagi beberapa orang, mungkin benar-benar memutuskan hubungan sama sekali sama mantan adalah perilaku yang childish. Tapi ternyata, itu justru baik buat kesehatan mental kamu lho. Psikolog Karen Sherman menyebutkan, adanya rentang waktu untuk benar-benar berpisah itu penting banget sebelum kembali memulai hubungan pertemanan. Dia menyebutkan, ngga usah lama-lama, yang penting benih-benih romansa yang ada dalam diri udah pudar dulu sebelum masuk ke tahap hubungan baru tanpa asmara: berteman.

 

Intinya, berteman sama mantan itu bukan sesuatu yang mustahil. Itu bisa aja terjadi dan berjalan baik, kalau memang diakhiri dengan baik dan ngga berat sebelah. Dalam salah satu jurnal terbitan Personal Relationships juga disebutkan, kalau hubungan asmara diawali dengan pertemanan, bukan hal yang ngga mungkin untuk bisa kembali lagi berteman seperti dulu. Tapi ya, resiko hati cekit-cekit liat doi ama yang baru, mungkin aja terjadi. Ya ngga?

 

Buat kamu yang mau cerita soal perjalanan kisah asmara kamu yang naik turun kaya odong-odong, bisa juga lho curhat sini sama Bunda. Bunda siap jadi personal counselor kamu di mana aja kapan aja. Yuk curhat online gratis sama Bunda di www.ibunda.id.


Tanggapan mereka