Keluarga

Anakmu Bukanlah Milikmu - Khalil Gibran

Oleh FX Dimas

Anakmu bukanlah milikmu,

mereka adalah putra putri sang Hidup,

yang rindu akan dirinya sendiri.

 

Mereka lahir lewat engkau,

tetapi bukan dari engkau,

mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

 

Berikanlah mereka kasih sayangmu,

namun jangan sodorkan pemikiranmu,

sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

 

Patut kau berikan rumah bagi raganya,

namun tidak bagi jiwanya,

sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,

yang tiada dapat kau kunjungi,

sekalipun dalam mimpimu.

 

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,

namun jangan membuat mereka menyerupaimu,

sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,

ataupun tenggelam ke masa lampau.

 

Engkaulah busur asal anakmu,

anak panah hidup, melesat pergi.

 

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,

Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,

hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

 

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,

sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

 

Untuk orang tua dan kamu bisa lho sedikit belajar dari puisi Khalil Gibran berjudul “Anakmu Bukanlah Milikmu” ini. Dari kata-kata yang ada di dalam puisinya, orang tua juga bisa belajar dan dipraktekkan ke anak-anak mereka. Untuk si anak juga bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk bisa lebih terbuka dengan apa yang ingin dilakukan di masa depannya nanti. 

Dari puisi Khalil Gibran ini seolah-olah seorang anak mau mengungkapkan suaranya kepada orang tua mereka. Ini terlihat jelas dari setiap kata di dalamnya. Seperti seorang anak ingin menjadi diri sendiri, memiliki jati diri sendiri tanpa dibanyang-banyangi pemikiran dari orang tuanya.

Ada juga kata-kata yang mengartikan jika seorang anak pun ingin menjadi generasi pengubah. Generasi pengubah disini maksudnya ingin mengubah pemikiran orang tuanya lalu mereka akan menyesuaikannya dengan perkembangan di jaman sekarang. Anak ingin membuat perubahan zaman yang ada pada masa depan mereka sendiri, tanpa dihantui oleh pemikiran dari orang tuanya sendiri.

Dari puisi ini orang tua juga diajarkan untuk tidak memberikan pemaksaan atas semua keinginan atau bahkan harapannya kepada si anak. Mereka boleh saja menginginkan sesuatu kepada si anak, yang coba ingin dihindari adalah sebuah pemaksaan kehendak. Tidak bisa dipungkiri banyak orang tua yang terlalu memaksakan kehendak mereka kepada si anak, hal ini yang sering membuat si anak menjadi memberontak. Tidak ada salahnya orang tua memberikan sedikit kebebasan kepada anak dalam memilih jalan hidup mereka, ini pun selama arahnya benar. Orang tua bisa mengawasi jalan hidup si anak dan bisa memberitahukan kepada mereka jika ada jalan yang salah.

Ada juga kata-kata di dalam puisi Khalil Gibran ini yang mengartikan jika orang tua bisa memberikan kebebasan berpikir dan bertindak kepada si anak. Hal ini bertujuan agar anak bisa menciptakan suatu kreativitas yang hebat seperti sebuah busur panah. Anak diibaratkan sebagai sebuah busur panah yang ketika dilepaskan bisa melesat bebas mencapai sebuah target yang diinginkannya.

Itulah beberapa arti dari kata-kata Khalil Gibran dalam puisinya berjudul “Anakmu Bukanlah Milikmu”. Jika kamu orang tua apa sudah bertindak serupa seperti yang dituliskan oleh Khalil Gibran? Jika kamu di posisi anak apa kamu sudah bisa menjadi sebuah busur panah yang bisa terbang bebas sesuai target yang kamu inginkan. Jika belum, coba deh baca puisi Khalil Gibran ini bersama anak atau orang tua kamu.  


Tanggapan mereka