Masalah Diri

Ariel Tatum Mengidap BPD, Ini Gejalanya

Oleh Salsabila Ainurrohman, Jemima Christiani Utami

“Seseorang yang menderita BPD, butuh dukungan dan pertolongan, bukan stigma dan stereotype”

 

Apa itu Borderline Personality Disorder? Borderline Personality Disorder atau BPD adalah salah satu jenis gangguan kepribadian termasuk dalam gangguan psikologis kronis. Kalau dari versinya Mayo Clinic, BPD ini berkaitan dengan gangguan dalam diri seseorang yang terkait dengan citra diri, kesulitan dalam mengelola perilaku dan emosi, serta memiliki pola hubungan yang gak stabil dengan orang-orang di sekitarnya.

Baru-baru ini selebriti tanah air Ariel Tatum mengakui kalau dirinya mengidap BPD. Ia mengatakan, gejala BPD sudah ia rasakan sejak usianya 13 tahun. Ariel Tatum menyadari bahwa ia membutuhkan pertolongan profesional untuk membantu dirinya, sampai pada akhirnya ia mendapat diagnosis mengalami BPD oleh profesional.

Nah, jika kamu belum mengenal betul apa itu borderline personality disorder, kali ini Ibunda akan membahas beberapa karakteristik gejala seseorang yang mengalami BPD. 

Kondisi Emosional Gak Stabli

Perasaan bisa berubah secara drastis seperti dari sangat senang menjadi sedih, atau marah yang cepat dan gak terkendali. Mood ini dapat berubah dalam waktu sangat cepat (dalam beberapa menit) ataupun selama beberapa jam.

Citra Diri yang Terganggu

Bagaimana ia melihat dirinya dan mengevaluasi diri secara negatif. Terkadang ia merasa menyukai dirinya. Tapi dapat berubah secara cepat menjadi membenci dirinya sendiri. 

 

Baca Juga: Ubah Self Hate jadi Self Love

 

Impulsivitas

Kecenderungan tindakan yang bersifat cepat tidak terkendali. Seperti tiba-tiba dapat berubah di luar rencana dan tidak mempertimbangkan konsekuensinya. 

Kecenderungan Menyakiti Diri 

Orang yang mengalami BPD memiliki kecenderungan untuk melukai diri (self-harm). Penderitanya bahkan bisa menunjukkan keinginan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Hubungan yang Tidak Stabil

Hubungan orang dengan BPD cenderung intens namun cenderung cepat berakhir. Ia cukup cepat untuk masuk dalam hubungan dan jatuh cinta. Percaya bahwa pasangan itu adalah jodohnya. Perasaan jatuh cinta yang menggebu-gebu hasil dari perasaan-perasaan yang bergabung seperti marah, membenci. Tidak hanya dengan pasangan, hubungan yang tidak stabil juga terjadi seperti dengan keluarga maupun teman. Penderita BPD juga sering merasakan ketakutan berlebihan ditinggalkan seseorang. 

Nah, itulah beberapa karakteristik atau gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami BPD. Apa kamu familiar dengan gejala-gejala di atas? Atau bahkan kamu merasa kamu mengalami semua gejalanya? Tunggu dulu, jangan self diagnose dulu.

 

Baca Juga: Perbedaan Orang Kepribadian Ganda dengan Bipolar

 

Gejala-gejala BPD juga seringkali mirip dengan gejala mental illness lain seperti bipolar. Jadi, setelah kamu tau apa itu borderline personality disorder dan merasa mengalami gejala serupa, baiknya segera konsultasi ke profesional ya. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan profesional Ibunda melalui counseling call atau counseling corner

 

 


Reference:

Kulacaoglu, F., & Kose, S. (2018). Borderline Personality Disorder (BPD): In the midst of vulnerability, chaos, and awe. Brain Sciences, 8(11), 201. doi: 10.3390/brainsci8110201

Mayo Clinic (2019). Borderline personality disorder, symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/borderline-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20370237

 


Tanggapan mereka