Percintaan

Asal usul tradisi Valentine

Oleh Ibunda Official

Asal usul tradisi Valentine
Hari valentine identik dengan coklat dan bunga mawar. Darimana sih sebenarnya tradisi tersebut berasal, yuk kita bahas.

Asal Nama Valentine.
Sebenarnya, nama Valentine atau Valentinus adalah nama yang cukup umum pada tahun 200an, atau abad ke-3 Masehi, namun, menurut situs LiveScience, ada satu orang sosok Valentine yang diyakini sebagai asal mula perayaan hari Valentine sebagai hari kasih sayang.

Valentine adalah seorang pendeta pada abad ke-3 masehi, di Roma, tepat pada masa kekaisaran Claudius II. Pada waktu itu, kaisar Claudius sedang getol dalam usahanya membangun militer yang kuat, dan dia percaya, bahwa pria yang masih belum memiliki pasangan adalah resep terbaik dalam sebuah pasukan militer yang kuat, yang berimbas pada diciptakan hukum yang melarang pernikahan untuk pria muda.

Merasa hal ini melawan kodrat manusia untuk saling mencintai, Valentine ternyata rutin menggelar pernikahan rahasia. Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, kegiatan Valentine ketahuan oleh Kekaisaran Roma, dan dia dihukum mati. Proses hukuman mati Valentine masih diperdebatkan.

Awal perayaan hari Valentine sebagai hari kasih sayang.
Nama Valentine awalnya tidak ada hubungannya dengan kasih sayang, apalagi hari untuk memperingati kasih sayang. Menurut Philip Florio, asisten wakil presiden senat mahasiswa di Universitas Saint Joseph di Philadelphia, baru pada abad ke-14, ketika Geoffrey Chaucer menyebutkan nama St. Valentine dalam puisi cintanya, "The Parliament of Fowls,” nama Valentine baru diasosiasikan dengan kasih sayang.

Asal Mula Cokelat Valentine
Pada tahun 1840an, menurut situs History.com, perayaan hari Valentine sebagai hari kasih sayang sudah menjadi hal yang lumrah di negara-negara yang berbahasa Inggris, pada masa ini, menunjukan rasa cinta dan kagum secara gamblang dengan bunga, kartu ucapan dan hadiah adalah normal.
Datanglah Richard Cadbury, anak dari pendiri perusahaan coklat Cadbury, dan bertanggung jawab langsung terhadap penjualan perusahaannya. Cadbury menemukan kesempatan penjualan yang tidak bisa dia lewatkan, dan dia mulai menjual coklat yang dikemas dalam kemasan yang indah untuk hadiah.


Tanggapan mereka