Masalah Diri

Bedanya Introvert vs Ekstrovert Secara Biologis

Oleh Yuan Stephanie

Orang cenderung mempopulerkan istilah introvert dengan pribadi yang pendiam, jarang bergaul, atau bahkan anak rumahan yang seringnya membaca buku.  Melalui pengertian tersebut, seseorang dengan kepribadian introvert pun tak jarang membandingkan diri dengan extrovert yang disangka lebih baik. Padahal, keduanya unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, loh!

BACA JUGA: 10 Mitos Orang-Orang Introvert

Menurut berbagai penelitian, secara biologis orang introvert memang berbeda secara dengan orang extrovert. Berikut Ibunda.id rangkum 4 perbedaan introvert dan extrovert secara biologis: 

Perbedaan Dopamine

Dopamine merupakan senyawa kimia otak dan hormon yang membuat manusia merasa senang setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Orang introvert sensitif terhadap dopamine, hal ini menjadikannya tidak senang untuk beraktivitas di luar rumah dan bersosialisasi.

Sedangkan, orang extrovert perlu dopamine yang lebih banyak sehingga mereka senang dan beraktivitas sebanyak mungkin di luar.

Perbedaan Acetylcholine

Acetycholine adalah senyawa kimia otak yang membuat manusia merasa senang setelah beraktivitas yang menuntut fokus dalam jangka waktu panjang. Orang introvert akan beranggapan bahwa lebih baik melakukan sesuatu sendirian dan berkonsentrasi.

Sementara, orang extrovert beranggapan akan merasa tidak senang jika melakukan sesuatu sendiri.

Perbedaan Sistem Saraf

Nah, kalau kita belajar biologi dulu, pastinya kita ingat kalau sistem saraf manusia terbagi menjadi dua: simpatik (respon lari atau melawan) dan parasimpatik (respon istirahat dan mencerna). Parasimpatik adalah respon yang disukai introvert, mereka merasa lebih tenang dan perlahan dalam beraktivitas.

Sedangkan, simpatik adalah respon yang disukai extrovert, mereka merasa lebih enerjik dan siap beraktivitas.

Jalur Berpikir

Ternyata, nggak cuman kereta yang punya jalur! Introvert dan extrovert juga mempunyai perbedaan dalam jalur berpikir. Ketika ada informasi yang masuk, seseorang yang introvert akan memproses ke berbagai area otak terlebih dahulu (insula, broca, lobus frontal, dan hipokampus).

Sementara, extrovert cenderung memproses langsung ke bagian otak yang mengatur panca indera.

 

Nah, sudah tahu kan perbedaan antara introvert dan extrovert? Ternyata, untuk mengerti keduanya lebih dari sekedar pengertian bahwa introvert si pendiam dan extrovert si periang. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung bagaimana seseorang mengembangkan potensi yang ada dalam kepribadiannya.

Kalau kamu mau tahu lebih lanjut mengenai kepribadian introvert dan gimana mengoptimalkan diri seorang introvert, yuk ikuti kelas Insight Me “Salahkah Jika Aku Introvert?” bersama psikolog associate Ibunda.id Nuran Abdat, M.Psi. Semoga bermanfaat!


Tanggapan mereka