Masalah Diri

Cari Bantuan! Jangan Self Diagnose

Oleh Salsabila Ainurrohman

Punya masalah dengan jam tidur yang ngga teratur, mood naik turun, dan ngerasa depresi? Tanya Mbah Google.

 

Scroll..scroll.. wah.. bahaya.. ternyata aku mengidap bipolar!

 

Pernah ngga kamu kaya gitu juga? Merasa ada yang salah dengan kesehatan kamu, baik fisik maupun psikologis, alih-alih pergi ke dokter atau psikolog, justru malah nanya sama Google. Ternyata yang muncul adalah diagnosis-diagnosis mengerikan yang bukannya bikin lega malah bikin parno. Dan informasi yang ada tadi ditelen mentah-mentah, trus jadi mendiagnosis diri atau self diagnose yang sebenernya belum tentu akurat sama kondisi sebenarnya.

 

Dalam istilah psikologi, ada yang namanya Hypochondria atau rasa khawatir berlebihan karena self diagnose bahwa ia menderita sakit parah (terobsesi sama penyakit parah). Sakit sedikit, langsung self diagnose kalo dirinya mengidap penyakit mematikan. Padahal, itu hanya efek dari persepsi-persepsi yang belum dicek benar atau engganya. Nah, untuk yang sering melakukan self diagnose dengan tanya-tanya ke mbah Google, sekarang muncul juga istilah Cyberchondria, seorang hypochondriac yang getol nyari informasi kesehatan lewat internet.

 

Pusing dikit, browsing. Bersin dikit, browsing. Bete dikit, browsing. Hmm..

 

Berarti, ngga boleh nih cek informasi kesehatan lewat internet? Wess, ngga gitu juga. Adanya internet justru bikin kita ngga perlu jadi sarjana psikologi buat tau banyak hal tentang gejala-gejala emosional, cuman modal klik! Tapi, kalau udah sampai jadi Cyberchondriac, inilah yang jadi bahaya. Munculnya persepsi negatif sama kesehatan sendiri, bisa bikin gelisah, cemas, dan depresi juga lho.

 

Mengutip versinya Psychology Today, ada beberapa tips buat kamu yang mau browsing informasi kesehatan di internet tanpa menjadi seorang Cyberchondriac:  

 

Self-Screen, Jangan Self-Diagnose

 

Di internet itu ada banyak banget alat screening kondisi kesehatan mental gratis yang bisa dimanfaatkan buat mengevaluasi gejala-gejala emosional yang kamu rasakan, salah satunya misal ada kuesioner disorder mood. Coba aja, boleh-boleh aja kok. Kamu bisa jadikan alat itu sebagai media self-screen aja untuk ditindaklanjuti ke professional. Jadi ngga boleh telen mentah-mentah yaa. Coba print hasil deteksi gejala kesehatan yang kamu dapet di internet, trus kasih deh ke dokter (masalah kesehatan fisik) atau psikolog (masalah kesehatan mental) kamu buat memastikan kebenarannya.

 

Cek Sumbernya

 

Ngga semua situs informasi kesehatan itu memberikan informasi yang kredibel, dan memang ngga gampang untuk menentukan mana situs yang bisa dipercaya. Jadi, emang harus bener-bener-ekstra-waspada. Kamu bisa coba cari di Health on the Net Foundation atau HON yang udah menghimpun 6.500 situs yang menyajikan informasi terpercaya, atau bisa juga di Medhunt, mesin pencari (macem mbah Google) tapi menyediakan informasi kesehatan dari situs yang kredibel.

 

Pertimbangkan Konteksnya

 

Ketika seseorang mengalami masalah dalam hidupnya, misal dalam konteks kehilangan orang terkasih, menghadapi perceraian, atau kehilangan pekerjaan, biasanya akan muncul gejala-gejala depresi, dan itu normal karena merupakan bentuk manifestasi kesedihan.

 

Tapi, seringkali hal ini dikaitkan dengan kesehatan mental yang serius. Padahal, bisa aja gejala-gejala depresi yang terjadi ternyata normal, dan bisa hilang seiring waktu. Intinya, kenali lah konteksnya lebih dulu sebelum mendiagnosis diri dengan hal-hal negatif.

 

Itulah beberapa tips penting ketika browsing masalah kesehatan di internet. Ngomongin soal informasi kesehatan mental di dunia maya, emang penting untuk bisa menyeimbangkan antara mengontrol kesehatan kamu atau justru me-lebay-lebaykan setiap emosi normal yang kamu rasakan.

 

Nah, buat kamu yang merasa ada masalah dengan kesehatan fisik maupun mental kamu, boleh aja kok kamu browsing di internet, tapi hindari self diagnose, upayakan untuk tindaklanjuti ke professional. Siapa tau sebenarnya apa yang kamu rasakan itu normal, kan? Daripada panik sendiri dengan gejala penyakit yang belum tentu bener, kan?

 

Sebagai langkah awal, daripada self diagnose kamu juga bisa lho konsul sama ibunda soal masalah kesehatan mental kamu. Boleh curhat apa aja? Apa pun. Chat aja Bunda di LINE @Ibunda, atau di website langsung www.ibunda.id/. Kamu bisa cerita apa aja, gratis, nanti akan Bunda bantu kasih masukan dari sudut pandang psikologisnya. Yuk #BeraniBercerita!


Tanggapan mereka