Masalah Diri

Ciri-ciri Seseorang yang Mengalami Skizofrenia

Oleh Salsabila Ainurrohman

Pernah dengar skizofrenia? Banyak orang yang cenderung salah kaprah dalam memandang gangguan mental yang satu ini, seringnya malah menyebut ‘orang gila’. Ada juga yang berpendapat lebih ekstrem lagi, kerasukan makhluk gaib, katanya. Padahal orang yang menderita skizofrenia itu juga bisa lho menjalani kehidupan yang produktif seperti halnya orang pada umumnya.

 

Sayang, karena ngga banyak orang yang paham tentang skizofrenia, malah menganggap penderitanya sebagai orang ‘gila’ yang sering berhalusinasi, hingga akhirnya mengucilkan si penderita, atau bahkan bahkan sampai dipasung. Alhasil, si penderita jadi ngga dapat perawatan yang tepat untuk mengobati gangguan mentalnya.

 

Memangnya, apa semua orang ‘gila’ yang sering ditemui di pinggir jalan itu termasuk skizofrenia? Kita cek definisi ilmiahnya deh yuk.

 

Skizofrenia itu adalah salah satu gangguan mental yang disebabkan ketidakseimbangan zat biokimia di dalam saraf otak, ditandai dengan adanya perubahan persepsi, pikiran, dan perilaku seseorang (Sadock,2003). Si penderita skizo biasanya akan mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang khayalan.

 

Untuk mengenal lebih jauh tentang Skizofrenia, Ibunda udah nanya-nanya nih sama psikolog Felicia Nainggolan, M.Psi dari Personal Growth. Menurut dia, ada beberapa ciri yang menunjukkan seseorang menderita skizofrenia, yang terbagi jadi dua yakni gejala positif sama gejala negatif.

 

Gejala Positif

 

  • Mengalami halusinasi (seperti mendengar suara, melihat bayangan dan mencium bau-bau, meskipun semua hal tersebut ngga ada sumbernya)
  • Waham/delusi (keyakinan kuat yang salah seperti: percaya bahwa ada yang ingin membunuhnya, ada yang sedang memata-matai atau merasa dirinya memiliki kekuatan yang spesial),
  • gangguan pikiran yang membuat pembicaraan jadi ngga nyambung

 

Gejala Negatif

 

Seseorang yang punya gangguan skizofrenia biasanya akan merasakan kehilangan energi dan minat, perasaan tumpul atau emosi datar. Ia juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya (jadi tertutup, dingin dan terasing secara sosial).

 

Itulah beberapa ciri yang menunjukkan seseorang mengalami skizofrenia. Skizofrenia itu ngga bahaya kok, bahkan bisa banget disembuhkan dengan beberapa jenis pengobatan. Misalnya lewat farmakologi (obat-obatan), psikoterapi (konseling dan terapi), dan rehabilitasi (mengembalikan fungsi-fungsi yang sudah hilang, misal kemampuan bersosialisasi). Intinya, jangan sampai penderita skizofrenia ini malah ngga di support sama lingkungan sekitarnya, karena ini justru yang bisa buat penderita skizo semakin parah. 

 

Nah, kalau kamu punya ciri-ciri gejala skizo kaya poin-poin di atas, jangan self diagnose dulu. Gejala-gejala di atas itu adalah gejala umumnya, dan buat mendeteksi apakah seseorang benar punya skizofrenia atau engga, tentu cuma bisa dilakukan lewat pengecekan medis yang valid. Jadi, kalau ngerasa ada yang ngga beres sama kejiwaan kamu, segera temui psikolog ya supaya kamu bisa dapat perawatan yang sesuai dengan masalah gangguan mental yang kamu alami.

 

Masih takut atau malu ketemu psikolog? Untuk langkah awal, kamu juga bisa lho cerita soal masalah kamu sama Bunda. Kamu bisa chat Bunda di LINE @Ibunda, atau bisa ke www.ibunda.id dan Bunda akan bantu berikan jawaban terbaik buat kamu. Yuk jadikan mental kamu sehat dan bahagia dengan #beranibercerita!


Tanggapan mereka