Masalah Diri

Dampak Psikologis Jadi Seorang Pengangguran

Oleh Salsabila Ainurrohman

Berada di negara berkembang dengan jumlah penduduk yang ­se-alaihum-gambreng emang bikin cari kerja jadi ngga mudah. Dari satu lowongan kerja di perusahaan bergensi aja, yang rebutan korsi bisa sampai ribuan bahkan ratusan ribu orang. Akibatnya? Pengangguran merajalela karena jumlah lapangan kerja ngga sebanding sama jumlah pencarinya.

 

Dan rasanya menjadi seseorang dengan label ‘pengangguran’ itu memang ngga mudah. Tuntutan lingkungan sosial yang seakan memberikan tekanan untuk segera bekerja di tempat bergengsi (terutama jadi CPNS) ternyata bisa berdampak juga pada kondisi kesehatan mentalnya.

 

Dampak Psikologisnya?

 

Menganggur seringkali bukan jadi pilihan hidup, tapi karena keadaan. Saking banyaknya pesaing kerja, akhirnya bikin ngga lolos-lolos seleksi meskipun udah apply kemana-mana. Nah, pengangguran tipe ini juga bisa berdampak sama self esteem lho, jadi merasa tidak diterima sama lingkungannya, merasa tidak cukup baik, dan lama-lama bisa stress bahkan depresi.

 

Psikolog Dessy Ilsanty, M.Psi menyebutkan, ketika seseorang menganggur dalam waktu yang terlalu lama maka Ia akan terbiasa hidup tanpa ‘instruksi’ dari luar dirinya. Misalnya, instruksi dari atasan yang menuntut diri untuk menjadi pribadi yang disiplin. Dengan kata lain, seseorang yang tidak punya pekerjaan menganggap dirinya merdeka karena tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang membuatnya lebih produktif.

 

Kalau dibiarkan terlalu lama, maka ini bisa berbahaya karena setiap orang pada hakikatnya pasti berhadapan dengan aturan dan instruksi dari luar pribadinya, entah itu norma dari lingkungan, perusahaan, ataupun aturan dari diri sendiri. Terlalu lama menganggur, dikhawatirkan akan berdampak pada kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan kesulitan dalam mematuhi instruksi-instruksi tadi. Ibaratnya gini; udah mah belum dapet kerja, dan diem terus di rumah tiap hari, kapan mau berkembang?

 

Sebetulnya ngga masalah kok jadi ‘pengangguran’, dengan catatan tidak terkukung dalam dunia sendiri dan tetap berusaha untuk berinteraksi sama lingkungan sekitar untuk melatih kemampuan bersosialisasi. Menurut riset dari America Psychosomatic Society bahkan disebutkan kalau orang yang punya banyak waktu libur dan menikmatinya dengan optimal biasanya punya kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, daripada orang yang bekerja setiap hari dari pagi sampai sore. Nah kann...

 

Maka, kesayangan Bunda, jadilah ‘pengangguran’ yang berbahagia. Caranya? Psikolog Dessy Ilsanty punya tipsnya buat kamu:

 

Introspeksi Diri

 

Kamu nganggur gara-gara ditolak-tolak sana-sini tiap lamar kerja? Don’t worry too much, dunia kamu ngga berakhir kok dengan kamu ditolak. Ketahuilah kalau kamu itu berharga, dan kamu layak mendapatkan yang lebih baik dari tempat yang sudah menolak kamu tadi. Jangan jadikan penolakan dari luar bikin kamu merasa tidak dihargai dan malah menarik diri, tapi cobalah instrospeksi diri, mungkin memang kamu belum memiliki kemampuan yang dicari perusahaan. Coba belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, ubah semua pandangan negatif kamu ke hal-hal positif.

 

Jadilah Produktif

 

Belum dapat kerja bukan berarti kamu bisa leyeh-leyeh nonton sinetron atau main game tiap hari di rumah. Coba isi waktu-waktu luang kamu yang porsinya tumpeh-tumpeh itu dengan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan soft skill maupun hard skill kamu. Misalnya, ikut komunitas sosial, komunitas hobby, ikut program magang, atau bahkan kamu juga bisa mencoba buat usaha sendiri biar jadi entrepreneur kekinian.

 

Nah, dengan dua tips ini dampak-dampak negatif yang muncul ketika seseorang menyandang status ‘pengangguran’ jadi bisa banget lho diminimalisir. Memang, mempertahankan pikiran positif di tengah kekecewaan dan ketidakpastian berulang itu sangatlah ngga gampang. Tapi ini jadi salah satu kunci supaya kamu juga bisa mendapatkan kepuasan hidup. Buktikan, meskipun kamu belum dapat kerja, kamu juga bisa tetap sehat, produktif, dan bahagia kok.

 

Semangat terus ya kesayangan Bunda!

 

Buat yang mau cerita soal getirnya kehidupan pencari kerja, atau pengen curhat apaa aja masalah kamu, boleh banget lho curhat ke Bunda. Gratis dan direspon langsung sama psikolog. Mau? Hubungi Bunda ya di LINE @Ibunda, atau kunjungi situsnya di www.Ibunda.id.


Tanggapan mereka