Masalah Diri

Ditaksir Sesama Jenis, Harus Gimana Ya?

Oleh Fx Dimas

Ditaksir sama seseorang pasti rasanya senang banget dong ya? Senang tentunya karena bisa dibilang kalau kamu masih “laku” karena ada yang naksir. Tapi gimana dong kalau ternyata yang naksir itu sama jenisnya kayak kamu alias sesama jenis? Nah lho, pasti bingung sendiri kan gimana ngatasin hal yang kayak gini? Apalagi kenyataanya kamu memiliki orientasi seksual yang nomal.

Emang enggak bisa dipungkiri nih kalau ada banyak orientasi seksual yang berbeda di sekitar kita. Keberagamanan orientasi seksual inilah yang membuat banyaknya perbedaan, ada pro kontra untuk masalah yang satu ini. Untuk kamu yang punya orientasi seksual normal, tapi ditaksir sesama jenis pasti ada perasaan risih dong ya. Mau menolak baik-baik, tapi bingung harus kayak gimana? Yuk, cari tau tipsnya bersama Psikolog Pingkan C. B. Rumondor.

Ingat nilai hidup kamu

Setiap orang tentu memiliki pegangan nilai hidupnya masing-masing.  Saat kamu berada di situasi dimana kamu ditaksir sesama jenis, coba deh untuk mengingat kembali apa aja sih pegangan hidup yang kamu miliki. Seseorang yang punya pendirian kuat terhadap pegangan hidupnya pasti akan sulit terbawa arus negatif.

Selain itu, coba deh untuk mengingat seseorang yang penting di dalam kehidupan kamu, seperti keluarga, sahabat atau pacar. Mereka yang penting di dalam kehidupan kamu ini yang akan membantumu ketika mulai terjerumus hal-hal yang negatif. Kamu enggak mau kan mengecewakan orang-orang di sekitar kamu?

Ambil sikap

Ketika kamu ditaksir sesama jenis hingga ia menyatakan perasaannya, padahal kamu enggak suka sama sekali dan merasa risih, coba deh untuk langsung mengambil sikap. Dalam keadaan seperti ini, perlu banget nih untuk kamu memiliki skill komunikasi yang asertif. Apa sih komunikasi asertif itu? Bisa dibilang komunikasi asertif itu berarti kamu harus cara berkomunikasi yang tegas. Katakan tidak, jika tidak.  

Oh iya, kamu juga perlu nih menolaknya dengan sopan dan tegas, jika kamu benar-benar mulai merasa enggak nyaman dengan sikapnya. Tapi, usahakan ya untuk tidak mengambil sikap yang membuatnya tersinggung ataupun marah. Setelah menolaknya, kamu bisa lho untuk pelan-pelan menjaga jarak. Kalaupun perlu berinteraksi, coba deh untuk tidak terlalu intens ya.

Meminta bantuan professional

Permasalahan yang satu ini cukup sulit lho untuk bisa diselesaikannya sendiri. Jangan sampai menunggu ia melakukan hal yang lebih ekstrem, seperti melakukan pelecehan seksual ya. Jika sudah tidak bisa diselesaikan dengan caramu sendiri. Ada baiknya lho untuk kamu meminta bantuan orang-orang yang lebih profesional, seperti seorang psikolog.

Dengan bercerita secara detail dengan psikolog, kamu akan dibantu dan ditutun untuk keluar dari masalah ini. Enggak mau kan masalah ingin semakin berlarut-larut dan kamu malah jadi stres sendiri? Maka dari itu, yuk usahakan untuk memaksakan menyelesaikan semuanya sendirian ya. Selagi masih ada orang yang bisa membantu kamu, cobalah untuk enggak segan-segan meminta bantuan mereka.


Tanggapan mereka