Masalah Diri

Fakta Psikologis tentang Fenomena Cat Calling

Oleh Salsabila Ainurrohman

Apa sih fenomena Cat calling itu? Manggil kucing? Kucing nelfon? Nelfon kucing?

 

Baru-baru ini Miss International 2017 Kevin Liliana mengalami pengalaman yang ngga mengenakkan yang dia ceritakan di akun Instagramnya. Jadi, ceritanya Kevin lagi nunggu taxi dan tiba-tiba ada mobil lewat nglaksonin dia padahal dia di pinggir jalan. Orang di dalam mobil lalu melihat ke arah  Kevin dengan membuat ekspresi 'cium'. Jijik ngga sih digituin? Kenal juga ngga lho. Nah, ini nih yang namanya cat calling.

 

Jangan salah, cat calling ini ngga ada hubungannya sama kucing sama sekali. Cat calling atau juga disebut street harassment adalah perbuatan atau komentar bernada seksis yang ditujukan buat orang asing yang lagi lewat, bisa bersifat implisit atau eksplisit. Misalnya disiul-siulin orang pinggir jalan, dipanggil-panggil padahal ngga kenal, sampai di stalking yang ganggu banget. Dan cat calling ini termasuk bentuk pelecehan seksual lho. Bisa dipidana!

 

Sayangnya, meskipun udah jadi fenomena global tapi masih aja banyak orang yang jadi korban cat calling. Sebenarnya apa sih yang membuat orang melakukan cat calling? Dan adakah dampak psikologis yang bisa muncul? Untuk menjawab itu, Ibunda udah ngerangkum fakta-fakta psikologis seputar fenomena cat calling.

 

Beda sama Flirting

 

Perlu diingat nih, cat calling sama flirting itu beda. Kalau cat calling itu bukan bikin kesengsem atau kesenengan macem ada kupu-kupu di perut gara-gara digodain, tapi ngga ngenakin dan menempatkan kita sebagai korban seperti ngga berdaya, ngga punya power. Jadi, ketika ada orang asing pinggir jalan tiba-tiba bilang “cewek, mo kemana nic?” atau “hey mbak, cakep bet kek Tamara Blesinki” itu bukan pujian. Itu cat calling, bosqu.

 

Umumnya, cat calling ini korbannya adalah perempuan. Risetnya Baker dan El Feki di Timur Tengah menunjukkan beberapa faktor kenapa laki-laki melakukan cat calling. Ternyata ini berkaitan sama tingkat pengangguran, pendidikan, ada juga yang karena stress dan depresi, jadi dia melakukan pelecehan pada lawan jenisnya untuk menegaskan power nya sebagai laki-laki. Ada juga riset lain yang menyebutkan kalau para ‘cat callers’ itu cuman iseng, bosan, tanpa benar-benar peduli sama perasaan perempuan yang jadi korbannya. Heeeyy nga lucu tauu..

 

Bisa Memicu Keinginan Bunuh Diri

 

Fenomena cat calling seperti misalnya yang dialami Kevil Liliana tadi ternyata bisa berdampak besar lho sama psikis korbannya. Dalam sebuah jurnal ilmiah disebutkan, dampak psikis yang bisa muncul pada korban pelecehan seksual seperti cat calling adalah serangan panik, depresi, kecemasan, gangguan tidur, sulit konsentrasi, merasa marah, kehilangan motivasi, menyalahkan diri sendiri, merasa ngga berdaya, sampai bisa memicu munculnya pemikiran untuk bunuh diri.

 

Jadi Korban, tapi Sering Disalahkan

 

Salah satu pemicu kenapa korban cat calling rentan banget mengalami depresi adalah karena victim blaming. Udah mah jadi korban, tapi malah disalah-salahin. Respon yang muncul dari netijen julid seperti “ah kamu penampilannya sih terlalu seksi” atau “ah lebay aja lu mah digituin doang”, adalah respon negatif yang bisa bikin korban makin nge-down. Padahal, cat calling itu bisa terjadi sama siapa aja tanpa memandang dia pake baju apa, status ekonomi seperti apa, usia nya berapa, dan bisa terjadi di mana aja. Seperti di kasusnya Kevin Liliana misalnya, padahal saat itu Kevin lagi pake baju formal yang sopan tapi tetep aja di cat calling-in orang. Jadi, ngga ada alasan lagi untuk menyalahkan korban cat calling sama pengalaman pahit yang dia alami. Dengan jadi korban aja udah jadi mimpi buruk banget, malah tambah-tambah sama komentar julid. 

 

Nah, itulah beberapa fakta psikologis tentang cat calling. Jadi mulai sekarang, yuk hentikan cat calling dengan tidak membiarkan cat calling terjadi di sekitar kamu, tegas melawan, dan berhenti victim blaming. Kenapa cat calling marak terjadi, salah satunya bisa jadi karena pembiaran dan sering dianggap wajar sama banyak orang. Padahal.. heeeeyyyy cat calling itu berbahayaa dan bukan buat becandaan tauu..

 

Gimana caranya tegas ngelawan 'cat callers'? Kamu bisa baca artikel ibunda di sini. Atau buat kamu yang jadi korban dan pengin sharing cerita kamu, kamu bisa curhat online sama Bunda di www.ibunda.id. Bunda siap jadi teman curhat online terbaik buat kamu.

 


Tanggapan mereka