Masalah Diri

Gonta-Ganti "Pasangan" Enggak Takut AIDS?

Oleh Eliana Hera

Sejak tahun 1981, UNAIDS dan WHO mengemukakan bahwa AIDS sebagai salah satu penyakit paling mematikan sepanjang sejarah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Yayasan Spiritia, sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Maret 2016, HIV/AIDS telah tersebar di 407 (80%) dari 507 kabupaten/kota diseluruh provinsi di Indonesia dimana rasio antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Presentase faktor resiko tertinggi adalah hubungan seks beresiko yaitu AIDS (73,8) dan HIV (47%). Selain memberikan dampak fisik, baik laki-laki maupun perempuan tidak disarankan untuk bergonta-ganti pasangan karena dapat menimbulkan dampak secara psikis, lho. Berikut dampak psikis yang harus kamu ketahui:

Ketergantungan akan kebutuhan fisik

Jangankan dua atau tiga kali, berhubungan seks satu kali dengan satu orang saja bisa tetap membuatmu beresiko terkena penyakit menular seksual, lho. Bergonta-ganti pasangan dan melakukan hubungan seks menunjukkan kamu mempunyai hasrat yang besar akan kebutuhan serta kepuasan secara fisik. Kebutuhan tersebut akan membuatmu ketergantungan sehingga kamu akan mengulangi kembali dan berganti-ganti pasangan untuk memperoleh kepuasan itu. Tentunya, dari situlah kamu akan lebih beresiko tertular penyakit HIV/AIDS.

Adaptasi berulangkali

Selain memberikan dampak fisik, bergonta-ganti pasangan membuatmu harus belajar beradaptasi kembali dengan setiap orang yang menjalin hubungan bersama kamu. Tidak hanya mengenali karakter pasangan, kamu juga harus paham betul pola pikir, lingkungan pergaulan, kehidupan keluarga dan juga permasalahan diri yang dialaminya. Bergonta-ganti pasangan tidak hanya mengejar kesenangan fisik semata, tetapi kamu juga harus terus-menerus beradaptasi dengan kehidupan baru dari sosok yang masuk ke dalam hidup kamu. Jika kamu tidak memiliki mental dan pendirian yang benar-benar kuat, kamu akan merasa tertekan, cenderung mengalami depresi dan tekanan pribadi. Hayo, enggak mau kan jadi galau terus setiap hari?

Kekosongan secara emosional

Pikirkan kembali deh, ketika kamu berniat untuk gonta-ganti pasangan. Mengejar kepuasan fisik dan tanpa menerima suatu kekurangan dalam hubungan membuatmu cenderung akan merasakan kekosongan secara emosional, lho. Dalam sebuah hubungan, tentunya setiap orang punya harapan terhadap jalannya percintaan mereka. Hal utama yang harus dipikirkan yaitu apa tujuan dari hubungan yang kamu jalani; apakah layak untuk dipertahankan atau hanya untuk memperoleh kepuasan fisik saja.


Tanggapan mereka

Kevan

sekitar 2 tahun yang lalu

nice info