Kata Bunda

IbundaxKompas, Membahas Resiko Stres pada Jurnalis

Oleh Salsabila Ainurrohman

Bekerja sebagai jurnalis media, disebut-sebut cukup rentan mengalami masalah psikologis. Berdasarkan riset dari Career Cast, jurnalis termasuk dalam 5 besar pekerjaan paling beresiko stres yang tingkat stresnya mencapai 51,6%. Sama dengan jurnalis media cetak dan online yang tingkat stresnya mencapai 49,9%.   

Gimana gak stres? Ketemu deadline setiap hari, belum lagi rebutan jadi trending dengan ratusan bahkan ribuan kompetitor media lainnya. Selain itu, tuntutan untuk selalu obyektif dalam menyajikan berita, membuat jurnalis harus mengesampingkan emosi ketika membuat berita. Di sisi lain, saat ini belum banyak perusahaan yang menaruh perhatian sama mental well being karyawan di tempat bekerja, termasuk juga perusahaan-perusahaan media di Indonesia.

 

Baca Juga: Memperingati WMHD Bersama Ibunda

 

Untuk itulah Ibunda menghadirkan Ibunda Goes to Office, salah satu rangkaian acara perayaan World Mental Health Day 2019 berupa talkshow Mental Health at Workplace ke beberapa perusahaan media di Jakarta. Setelah sebelumnya berkunjung ke Kumparan, pada Jumat 25 Oktober 2019 kemarin Ibunda juga mengunjungi kantor Kompas yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 


Bersama psikolog associate Ibunda, Alexandra Gabriella Adeline, karyawan Kompas diajak untuk mulai lebih peduli pada kesehatan mentalnya. Ada juga pembahasan mengenai seperti apa dampak dari kurangnya perhatian pada kesehatan mental di tempat kerja, ciri-ciri lingkungan kerja yang sehat, sampai bagimana caranya untuk meningkatkan resiliensi diri terhadap masalah-masalah yang beresiko mengganggu kestabilan mental dan emosi saat bekerja. 

 

 

Psikolog Alexandra juga menjelaskan, jika kita mengalami stres di tempat kerja kuncinya adalah kita harus bisa mengenali dulu sumbernya, lalu pelan-pelan kita bisa memahami dan menghadapinya.

Coba cek, apakah masalahmu dapat diselesaikan sekarang? Maka yang bisa dilakukan adalah fokus pada solusi atau solution focused coping. Tujuannya adalah mencoba menghilangkan atau mengurangi sumber stresnya. Tetapi jika kamu membutuhkan dukungan daripada penyelesaian masalah, maka yang kamu perlukan adalah emotion focused coping.  Tujuannya adalah untuk mengurangi respon negatif yang dirasakan.

 

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

 

Nah, jika kamu juga mengalami banyak masalah di tempat kerja, maka rehatlah sejenak. Memberi jeda dan mencari pertolongan adalah langkah bijak yang bisa kamu lakukan. Jangan sampai pekerjaan membuatmu justru sampai lupa dengan pentingnya menjaga kesehatan mentalmu sendiri. 


Tanggapan mereka