Kata Bunda

Ini 3 Perbedaan Psikolog dengan Terapis

Oleh Salsabila Ainurrohman

Kamu tentu udah tau dong psikolog itu apa? Nah kalau terapis, tau ngga itu apa? Kedua profesi ini ternyata serupa tapi tak sama lho. Apa ya bedanya?

 

Psikolog sama terapis ini adalah profesi dengan tujuan mulia, membantu sesama. Karena fungsinya mirip-mirip, nggak jarang membuat orang kebingungan harus menemui psikolog ataukah terapis ketika mengalami permasalahan psikis. Nah, biar jelas apa aja perbedaan dari keduanya, psikolog Kantiana Taslim, M.Psi Psikolog Personal Growth punya jawabannya nih buat kamu.

 

Latar Pendidikannya Berbeda

 

Psikolog punya latar belakang pendidikan perguruan tinggi dalam bidang psikologi, baik itu psikologi klinis, neuropsikologi, psikologi perkembangan, pendidikan, forensik, maupun industri organisasi. Nah, untuk bisa jadi psikolog, seseorang wajib menempuh pendidikan di perguruan tinggi sampai jenjang spesialis untuk profesi psikolog, atau doktor dalam bidang psikologi. Kalau mau menjadi seorang terapis, ternyata nggak harus menempuh pendidikan di bidang psikologi. Seorang terapis dapat memiliki beragam latar belakang pendidikan tinggi dan profesi, seperti pekerja sosial, trainer, bimbingan konseling, terapi okupasi (untuk sensori integrasi), terapi rehabilitasi medik, hingga terapi wicara.

 

Izin Praktik nya Juga Berbeda

 

Seorang psikolog membutuhkan sertifikasi dan izin praktik psikolog untuk bisa membuka klinik atau memulai praktik nya. Persyaratan yang dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi dan mendapatkan izin praktik psikolog tentunya berbeda di setiap negara. Sedangkan, untuk menjadi seorang terapis, individu bersangkutan tetap wajib memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikasi dalam bidang keahlian tertentu sesuai dengan terapi yang akan dijalankannya. Misalnya, konseling pernikahan, terapi musik, terapi modifikasi perilaku, dan lainnya. Nantinya, kalau seorang psikolog ingin memperluas keahliannya dalam terapi tertentu, juga bisa kok. Caranya bisa mengambil sertifikasi untuk menjadi terapis dalam bidang yang diminati.

 

Ruang Kerja nya Pun Berbeda

 

Secara umum, psikolog dan terapis sama-sama bekerja untuk membantu, mengarahkan, memberikan terapi kepada kliennya untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu atau mencapai goals tertentu. Dalam praktiknya, psikolog juga seringkali menjadi konsultan dalam bidang keahliannya. Misalnya, dalam pendidikan, perkembangan anak, kesehatan mental, perusahaan dan organisasi, karir, dan lainnya. Namun, hanya psikolog klinis yang dapat memberikan diagnosa klinis terkait gangguan psikologi yang dialami kliennya.

 

Nah, itulah bedanya psikolog dengan terapis. Intinya, mau pergi ke psikolog atau terapis, keduanya sama-sama baik kok karena punya tujuan yang sama untuk membantu kamu menemukan jalan keluar dari permasalahan dalam diri kamu.

 

Mau coba ke psikolog atau terapis tapi masih belum siap? Kamu bisa mengawalinya dengan curhat sama ibunda.id, platform curhat online yang siap jadi pendengar terbaik kamu di mana aja kapan aja. Kamu bisa ceritakan apa aja masalah kamu, dan bunda akan bantu temukan jalan keluarnya. Mau coba curhat? Tinggal klik di www.ibunda.id, atau kamu bisa juga curhat lewat LINE di @ibunda. Semoga bermanfaat!


Tanggapan mereka