Keluarga

Istri Alami Postpartum Depression? Lakukan Ini

Oleh Salsabila Ainurrohman

Kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga pastinya membawa nuansa bahagia untuk papa dan mama nya. Tapi gimana kalau ternyata sang mama justru seperti benci melihat anaknya sendiri karena PPD atau Postpartum Depression? Papa nya mesti gimana?

 

 

Udah pernah denger istilah Baby Blues dong? Melansir dari Liputan6, Baby blues bisa terjadi sama 80% ibu hamil dan melahirkan. Nah kalau PPD, itu levelnya lebih tinggi dari baby blues dan bisa menimpa pada 20% wanita hamil dan melahirkan. Angka ini tentu bukan angka yang kecil, dan bisa aja bertambah kalau calon ibu ngga dibekali dengan pengetahuan soal parenting dan resiko PPD.

 

Sebelum kita bahas lebih jauh, kita kenalan dulu deh sama PPD. Jadi, PPD atau Postpartum Depression atau depresi pasca melahirkan adalah gangguan kondisi psikologis ibu setelah melahirkan. Ketika istri alami postpartum depression, biasanya ini berkaitan sama rasa sedih yang berlebihan, diikuti sama gejala penyertanya, misalnya nafsu makan turun drastis, pola tidur berantakan, merasa putus asa, tak berdaya, sampai muncul rasa ingin bunuh diri.

 

Sama dong ama baby blues? Ternyata beda. Ibu yang baby blues biasanya mengalami perubahan emosi yang signifikan, jadi gampang sedih, cemas, mudah lupa, sampai stress ketika bayi lahir. PPD juga kurang lebih gitu, tapi kalau PPD itu gejalanya lebih serius, bisa membuat si ibu sampai kehilangan kemampuan untuk mengasuh anaknya sendiri (cenderung menghindari anak), bahkan dalam beberapa kasus ada yang sampai berusaha menyakiti dirinya sendiri dan sang bayi.

 

Ketika kondisi ini terjadi, tentu yang bakal kelimpungan ya bapaknya. Sayangnya nih, seorang ibu yang mengalami PPD itu kan seharusnya mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekatnya, bukan disalah-salahkan bahkan di beberapa kasus ada yang sampai ekstrem menyebut sang ibu ‘gila’. Kalau kaya gitu, gimana ngga makin-makin depresi mama nya, kan?

 

Buat papa dimana pun berada, Ibunda mau share nih beberapa tips buat kamu tentang apa yang harus dilakukan ketika istri alami postpartum depression.

 

1. Jadi Support System yang Baik

 

Seorang ibu yang mengalami PPD sangat membutuhkan dampingan dari orang-orang terdekatnya, terutama suami. Untuk itulah penting agar suami bisa jadi support system terbaik. Atau kamu juga bisa mempertemukan istri dengan orang-orang terdekatnya, misal orang tua, sahabat, atau mengikuti support group untuk para ibu yang mengalami masalah serupa.

 

2. Dampingi Bayi dengan Pengasuh Tambahan

 

Seperti yang udah dibahas sebelumnya nih, kalau ibu yang mengalami PPD pada beberapa kasus bisa sampai melakukan tindakan nekat menyakiti anaknya. Untuk itu, sebaiknya selalu dampingi ibu saat sedang bersama bayi atau bila perlu menggunakan jasa pengasuh bayi. Pengawasan ini sebaiknya ngga boleh sampai lepas, karena emosi ibu bisa berubah sewaktu-waktu.

 

3. Temui Psikolog atau Psikiater Ahli

 

PPD adalah masalah kesehatan mental yang cukup serius dan sangat perlu untuk ditangani oleh ahlinya. Untuk itu, ketika ibu sudah mulai menunjukkan gejala PPD, segera temui psikolog atau psikiater ya. Tapi, pastikan kamu tidak membuat istri kamu panik dulu. Tenangkan istri dengan ngasih tau kalau depresi itu umum terjadi pada ibu usai melahirkan.

 

4. Pastikan Ibu Rutin Mengikuti Treatment 

 

Dengan menemui psikolog atau psikiater pada ibu yang mengalami PPD, maka ini akan sangat membantu untuk membantu kita mengetahui stressor nya dan mengurangi depresi yang dialami sang ibu. Ketika menemui psikiater atau psikolog ini pula akan ada terapi atau pengobatan berkelanjutan yang harus dijalani. Pastikan ibu PPD mengikuti treatment yang dianjurkan dengan teratur, supaya pengobatannya juga bisa berlangsung lebih cepat.

 

Perlu diketahui, ketika istri mengalami cemas berlebih dan depresi usai melahirkan, itu bukan dibuat-buat lho. Tapi masalah serius yang harus dihadapi bareng-bareng, jangan sampai istri merasakan penderitaannya sendiri. Karena semakin pasangannya suportif dengan apa yang dilalui ibu PPD, maka semakin cepat pula proses sembuhnya.

 

Suami juga perlu tau nih, proses sembuhnya seorang yang PPD itu memerlukan waktu, bahkan bisa saja sampai beberapa bulan. Jadi saat istri alami postpartum depression, pasangan harus ekstra sabar, berikan perhatian ekstra sama istri, pokoknya jangan biarkan dia merasakan kalau ini semua salahnya, atau bahkan membiarkan diri kamu merasa ini adalah salah kamu sebagai suami. Ini bukan salah siapa pun kok.

 

Nah, buat kamu yang pernah melalui fase ini, atau malah sedang berada dalam fase ini dan ingin cerita lebih lanjut, kamu bisa lho curhat sama ibunda di www.ibunda.id. Bunda siap jadi teman curhat kamu di mana aja kapan aja.

 

 

image: https://blog.chsbuffalo.org 


Tanggapan mereka