A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Percintaan

Kapan Waktu Terbaik Untuk Menikah?

Oleh Fx Dimas

Ditinggal teman-teman kamu menikah pasti membuat kamu jadi kepikiran untuk juga mengakhiri hubungan bersama pasangamu ke jenjang yang lebih serius. Padahal menjalankan hubungan pernikahan itu tidak semudah yang kamu bayangkan lho. Pasti ada banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum ke arah sana. Sebagian orang atau bahkan kamu pasti bertanya-tanya, sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk menikah? Kali ini psikolog Saskhya Prima dari TigaGenerasi akan menjelaskan apakah kamu dan pasangan bisa melanjutkan hubungan ke jenjang selanjutnya.

 

Terbiasa mandiri

Menjalin sebuah pernikahan itu tidaklah mudah pasti ada aja masalah yang terjadi di dalamnya. Sebelum menentukan pilihan untuk menikah, ada baiknya untuk perhatikan masalah kemandirian kamu dan pasanganmu terlebih dahulu. Bertanyalah pada diri kamu sendiri, apakah kalian sudah bisa mandiri? Kemandirian yang dimaksud mulai dari keuangan ketika kamu akan mulai berkeluarga maupun emosi kalian berdua.

 

Bisa menghargai keputusan pasangan

Ketika sudah berkeluarga, suatu keputusan pasti harus dipikirkan berdua. Kamu tidak lagi bisa memutuskan apapun itu sendirian, harus ada kontribusi pasangan dalam menyelesaikan sebuah masalah. Maka dari itu, ketika berpacaran harus sudah bisa terbiasa menghargai segala keputusan, cita-cita ataupun harapa satu sama lain. Termasuk kebutuhan untuk mempunyai ruang sendiri.

 

Mampu menyelesaikan masalah

Kamu dan pasangan bisa mengevaluasikan hubungan kalian sebelum memutuskan untuk menikah. Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki ketika sudah berkomitmen untuk menikah, jangan sampai kebiasan buruk ketika berpacaran masih melekat ketika sudah hidup berumah tangga. Kalian juga bisa berkaca, apakah sepanjang ada konflik kalian berdua bisa menyelesaikannya dengan baik-baik? Ini bisa dilihat ketika kamu dan dia bisa menyelesaikan masalah tanpa emosi berlebihan. Termasuk juga cara  berkomunikasi kamu tentang rasa ketidaknyamananmu terhadap pasangan ataupun sebaliknya.

 

Punya komitmen untuk berkeluarga

Apakah kamu dan pasangan sudah siap untuk berkomitmen dalam sebuah keluarga? Ini artinya sudah tidak adalah kebutuhan yang berlebihan untuk diri sendiri, berlebihan bermain dengan teman-teman ataupun asik sendiri tanpa memikirkan pasanganmu. Ingat, menikah itu bukan hanya untuk bersenang-senang saja dengan pasangan. Pastikan kamu dan dia bisa bersama-sama berkomitmen satu sama lain sampai akhir hidupmu.

 

Nah, sekarang kamu udah tau nih beberapa hal yang harus terlihat di antara kamu dan pasangan sebelum mengarah ke tahap pernikahan. Untuk kamu yang masih merasa bingung atau galau tentang hubungan kalian, kamu bisa lho curhat sama Bunda. Langsung aja curhatkan permasalahan kamu ke www.ibunda.id atau LINE @Ibunda.


Tanggapan mereka