Masalah Diri

Lari Dari Masalah Bukanlah Solusi

Oleh Yonathan

Alkisah, ada seseorang bernama Dudi. Dudi adalah seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu di sebuah toko kopi. Dari tampak luar, memang terlihat kalau Dudi adalah seorang pekerja keras, namun mari kita lihat secara lebih dekat.

 

Dibalik perannya sebagai mahasiswa dan pekerja, Dudi mempunyai kebiasaan yang buruk, yaitu enggan menyelesaikan sesuatu yang berat. We all know where this is going right?

 

Sudah berminggu-minggu tugas kuliahnya tidak diselesaikan, padahal deadline sudah mepet dan tugas tersebut tidaklah mudah. Setiap kali Dudi bertekad untuk menyelesaikan tugasnya, rasa mager akan hinggap dan Dudi lebih memilih untuk bermain game sambil berkhilah “Ah, masih beberapa minggu lagi.”

 

Begitu terus hingga akhirnya dia dihadapkan dengan kenyataan pahit, yaitu H-1. Tapi apalah arti waktu, jika masih saja dibuang-buang. Dudi lebih memilih untuk bermain game hingga pagi, padahal dia mempunyai giliran shift kerja pada pagi itu. Tertidurlah Dudi karena kelelahan.

 

Alhasil? Dudi dimarahi oleh atasannya, terlebih karena ini bukan kali pertama Dudi melakukan hal ini. Tidak suka dimarahi, akhirnya Dudi keluar dari toko kopi tersebut. Kini situasi Dudi cukup menyedihkan, tanpa pekerjaan dan tanpa nilai. Mau jadi apa Dud?

 

Padahal jika ditilik ulang, Dudi hanya perlu melakukan beberapa hal, yang bisa dimulai dengan memberanikan diri dan mulai menghadapi apa yang menjadi kewajibannya. Loh, emang ada ya faedah dari menghadapi masalah tanpa kabur-kaburan? Tentu ada! Seperti misalnya;

 

Membuatmu menjadi realistis

Ya, masalah akan selesai, secara sementara. Kamu memang akan merasa lega setelah memutuskan untuk tidak menyelesaikan masalah, tapi benarkah kelegaanmu akan bertahan lama? Terus kabur dari sebuah masalah justru akan terus membuatmu berkhayal dan tidak mampu menghadapi kenyataan. Karena itu, man up!

 

Kamu menjadi lebih sistematis

Jika dihadapkan dengan tugas berat, yang seharusnya kamu lakukan bukanlah melupakannya, melainkan membaginya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikerjakan. Melihatnya dari gambar besar akan menurunkan mentalmu bahkan sebelum mengerjakan, sedangkan membaginya menjadi bagian membuat kewajibanmu terasa lebih mudah dikerjakan.

 

Membuatmu menjadi lebih baik

Percayalah, masalah yang kamu hadapi masing-masing mempunyai pelajaran yang bisa kamu pelajari untuk kemudian kamu aplikasikan dalam hidup. Semakin jauh kamu menghindarinya, maka secara tidak langsung kamu juga lari dari dirimu sendiri. Dan semakin jauh kamu pergi, akan menjadi semakin sulit untuk kembali.

 

Setelah ditampar dengan pengalaman pahit dan mendapat wejangan dari teman-temannya, kini Dudi tidak lagi kabur dari masalahnya, melainkan mencoba untuk menghadapinya satu per satu. Nah, apakah kamu juga lari dari masalahmu?

 

Kalau kamu merasa masalahmu terlalu berat untuk dihadapi, kamu juga bisa curhat mengenai masalahmu kepada ibunda melalui LINE @ibunda ataupun website ibunda.id!

“How do you eat an elephant?”

“One bite at a time.”

 


Tanggapan mereka