Masalah Diri

Melukai Diri Sendiri, Salah Gak Sih?

Oleh Salsabila Ainurrohman

Self harm, adalah sebuah istilah yang mengindikasikan perbuatan menyakiti diri sendiri akibat gangguan emosional, tapi tanpa adanya keinginan untuk mengakhiri hidup. Ketika ini terjadi, tindakan memukul, menggigit, mencakar, menarik rambut, hingga menyayat bagian tubuh sendiri seringkali dianggap jadi jalan keluar saat seseorang merasa kesulitan untuk bertahan dalam keadaan terpuruk.

 

Self harm, atau istilah lainnya self mutilation (mutilasi diri), non suicidal self-injurious, hingga self cutting behaviour (kebiasaan menyayat diri) memang terdengar mengerikan, tapi faktanya ngga sedikit orang yang terjebak dalam kebiasaan ini. Dan ternyata, meskipun secara fisik bikin sakit, tapi tindakan self harm ini sifatnya addiction. Ketika sudah sekali melakukannya, maka kemungkinan untuk melakukan hal yang sama bisa terulang.

 

Sayang, banyak individu yang terjebak dalam self harm dan ngga tau apa yang harus mereka lakukan untuk mengatasi itu. Salah satu alasannya karena stigma negatif masyarakat yang menganggap perbuatan self harm sebagai hal yang tabu. Padahal, seseorang yang terjebak dalam self harm sangat membutuhkan support positif dari lingkungannya.

 

Apa yang Memotivasi Seseorang Melakukan Self Harm?

 

Ada banyak faktor yang menjadi pemicu seseorang melakukan self harm. Misalnya karena putus asa, merasa bersalah, kecewa, kesepian, hingga merasa marah yang tak tertahankan. Karena ngga semua orang bisa mengenali dan mengekspresikan emosi mereka, akhirnya terjadilah self harm yang dianggap jadi salah satu jalan keluar untuk mengeluarkan emosi yang dirasakan. Self harm juga bisa jadi dampak dari gangguan mental yang dialami. Misalnya OCD, depresi, skizofrenia, anxiety disorder, atau gangguan mental lainnya.

 

Kalau itu Kamu, Berhentilah

 

Jika kamu terjebak dalam tindakan self harming, berhentilah. Daripada menyakiti diri sendiri, cari cara lain yang bisa membantu melampiaskan emosi kamu. Misalnya berolahraga, dengarkan musik, cari boneka atau samsak untuk melampiaskan emosi kamu, pergi yoga, berenang, mandi air dingin, atau lakukan apa aja hobi kamu yang bisa mengalihkan fokus kamu dari hal-hal negatif, termasuk pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

 

Dan yang ngga kalah penting adalah, curhat. Jangan takut untuk bercerita sama orang-orang yang kamu percaya. Mau itu sahabat, keluarga, atau bila perlu pergilah temui psikolog, karena dengan didengarkan akan sangat membantu meringankan beban yang kamu rasakan. 

 

Ngga usah takut atau bahkan mau untuk cerita. Yakinlah bahwa kamu kuat, kamu berharga, dan kamu pasti bisa melewati semuanya. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan, percaya lah pada diri kamu sendiri karena kamu layak untuk bahagia.

 

Kalau itu Bukan Kamu, Don’t Judge

 

Tindakan self harm memang bukan perbuatan positif, tapi mencemooh orang yang melakukan self harm atau bahkan mengucilkannya, itu pun sangat tidak bijak. Kita ngga pernah tahu seberapa besar perjuangannya untuk melawan masalah dalam hidupnya sampai akhirnya Ia nekad menyakiti dirinya sendiri.

 

Ketahuilah kalau orang terdekat kamu melakukan tindakan self harm, bukan karena Ia ingin mencari masalah tapi justru itu adalah cara dia untuk mengatasi gejolak emosi dalam dirinya. Bantulah Ia, setidaknya jadilah pendengar yang baik karena sekecil apa pun tindakan kita bisa berpengaruh besar untuk orang lain.

 

Buat kamu yang ingin cerita lebih jauh tentang masalah ini, curhat sama Bunda yuk. Chat Bunda di LINE @Ibunda atau curhat di www.ibunda.id. Bunda akan jadi pendengar kamu, dan siap memberikan alternatif solusi buat kamu. Yuk #BeraniBercerita.


Tanggapan mereka