Masalah Diri

Memahami Kondisi Anak Jalanan

Oleh Fx Dimas

Pernah gak sih kamu berpikir gimana rasanya menjadi anak jalan? Mungkin banyak dari kamu yang tidak pernah terpikirkan hal ini. Sebagian orang atau mungkin termasuk kamu pasti pernah melihat anak jalanan tetapi tidak terlalu peduli mengenai kehidupan mereka? Kali ini psikolog Anindya Jati akan memberikan pemahaman tentang kondisi anak jalanan. Menurutnya, anak jalanan merupakan bagian dari realitas kehidupan kita sehari-hari. Kenyataan yang menyedihkan adalah ketika anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang hidup di jalanan memiliki masalah mental tidak mendapatkan bantuan secara layak.

Sebagian berpendapat kalau penyebab mereka menjadi anak jalanan pasti akibat kemalasan, penyalahgunaan narkoba, ataupun kemiskinan. Padahal kenyataannya anak jalanan diakibatkan beberapa hal seperti memiliki keluarga yang tidak harmonis sehingga tidak adanya kasih sayang orangtua, pernah mengalami pelecehan seksual dan perilaku kekerasan, mendapatkan eksploitasi ekonomi, mengalami pengalaman traumatik dan beberapa faktor lainnya.

Jumlah anak jalanan di Indonesia sulit dihitung, karena situasi hidup mereka seringkali berubah. Jalan di kota besar paling banyak menjadi rumah bagi anak-anak ini tanpa dibimbing oleh orang dewasa. Mereka hidup dengan apa yang bisa mereka dapatkan dari meminta-minta, makan dari sampah restoran, mencuri ataupun melakukan pekerjaan kasar. Penyalahgunaan narkoba, dieksploitasi sebagai pekerja seks dengan hidup di lingkaran prostitusi, menjadi pengedar narkoba, melakukan kegiatan-kegiatan ilegal dan anti sosial lainnya adalah hal yang biasa bagi anak jalanan sehingga tak jarang mereka ditahan dalam penjara.

Meski mendapatkan perhatian dari PBB hingga menjadi salah satu prioritas penanganan, namun kesadaran akan masalah sosial dan penderitaan anak-anak jalanan di Indonesia masihlah rendah. Sedikit yang sebenarnya diketahui banyak orang tentang kehidupan anak jalanan sehari-hari dan kesehatan psikologis mereka. Bahkan anak jalanan juga sering menjadi populasi yang mendapatkan stigma buruk dan banyak orang sangat enggan berurusan dengan mereka karena ketidakpahaman dengan situasi anak jalanan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar anak dan remaja jalanan menutup diri dari kehidupan kita, mereka sering dianggap sebagai gangguan publik.

Anak jalanan rentan dengan masalah kesehatan fisik dan mental daripada masyarakat umum lainnya. Mereka juga mudah tersinggung, mudah sedih dan terluka hingga beresiko tinggi menghadapi kematian. Sebenarnya ini merupakan masalah kita semua karena anak jalanan perlu mendapatkan perhatian lebih. Di awali dengan mulai mendidik diri sendiri dengan mengembangkan kepekaan tentang kehidupan di sekitar kita termasuk anak jalanan. Seperti mencoba mulai melakukan hal-hal kecil untuk anak jalan. Misalnya mendonasikan pakaian layak pakai kita atau berbagi makanan di Rumah Singgah Anak Jalanan. Mungkin awalnya akan terasa tidak mudah untuk melakukan pendekatan diri, tetapi jika memiliki kesungguhan untuk menolong, kita juga bisa menjadi relawan di rumah singgah. Kita bisa mengajarkan mereka membaca dan menulis ataupun berlatih keterampilan lainnya. Kelak kita juga bisa mengajak orang lain untuk menolong juga. Yuk, mulai sekarang lebih peduli dengan anak dan remaja jalanan di sekitar kita! Kalau bukan kita siapa lagi?


Tanggapan mereka