Kata Bunda

Mengenal Bedanya Psikolog dengan Psikiater

Oleh Desi Wulandari

Istilah “psikolog” dan “psikiater” sering digunakan secara bergantian buat menggambarkan profesi atau seorang ahli yang menyediakan layanan terapi kesehatan mental. Namun, layanan yang mereka berikan ternyata berbeda lho, baik dalam hal konten maupun ruang lingkup. 

Secara garis besar, psikiater adalah dokter medis yang bisa meresepkan obat. Sedangkan psikolog, meski memiliki gelar doktor, tapi mereka bukan dokter medis dan ngga bisa meresepkan obat. Psikolog hanya menyediakan layanan seputar kognitif dan perilaku. 

Namun, masih ada yang menganggap kalau layanan yang diberikan keduanya sama saja, yaitu mengurus masalah kejiwaan. Nah, supaya ngga keliru lagi, berikut ada perbedaan paling umum antara psikolog dan psikiater:

Pendidikan yang Ditempuh

Hal mendasar yang membedakan psikolog dan psikiater yaitu mulai dari jenjang pendidikan, gelar yang didapat, dan bidang studi yang dipelajari. Psikolog adalah gelar profesi yang didapat setelah menempuh pendidikan magister setelah sebelumnya lulus sebagai sarjana psikologi dan akan mendapat gelar M.Psi. Psikolog biasanya mempelajari tentang kepribadian dan menganalisis perilaku manusia. 

Sedangkan psikiater gelarnya diperoleh dari spesialis kejiwaan dan hanya bisa ditempuh setelah lulus sebagai sarjana kedokteran dan nantinya akan mendapat gelar dr. Sp. Kj. Psikiater lebih mempelajari bidang fisiologis atau neurologis dari gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, karena memiliki latar belakang sebagai dokter medis, psikiater bisa meresepkan obat kepada klien. 

Ruang Lingkup Pekerjaan

Psikolog biasanya punya peminatan tertentu. Misal bidang industri dan organisasi, psikolog akan bekerja sebagai HRD. Kalau ada peminatan bidang pendidikan, mereka akan menjadi psikolog pendidikan atau paling umum sebagai guru BK. Sementara psikiater, biasanya akan bekerja di rumah sakit, klinik, atau membuka praktik sendiri, dan biasa dijadikan rujukan oleh psikolog

Layanan yang Diberikan

Psikolog biasanya akan menangani klien yang mengalami gangguan kesehatan mental melalui praktik psikologi seperti konseling. Selama sesi konseling, psikolog akan membantu klien untuk memahami masalah, gejala, dan cara mengelolanya. Sedangkan psikiater akan menangani klien dengan kondisi kesehatan mental yang memerlukan resep pengobatan, seperti gangguan kecemasan, ganguan bipolar, ADHD, PTSD, sampai skizofrenia. 

Lalu, kemana kamu harus pergi kalau merasakan beberapa gejala gangguan kesehatan mental? Kamu bisa mencoba dulu buat konseling online di Ibunda.id bersama dengan psikolog yang sudah bersertifikasi. Kamu bisa atur jadwal konseling kamu kapan saja, di sini. Jika memang dibutuhkan, kamu juga bisa meminta bantuan lanjutan ke psikiater. Semoga membantu!


Tanggapan mereka