Kata Bunda

Mengenal Perayaan World Mental Health Day

Oleh Salsabila Ainurrohman

Kamu pasti udah biasa dong denger hari kasih sayang, hari ayah, hari ibu, hari pahlawan, dan hari-hari besar lainnya. Tapi, kalau hari kesehatan mental sedunia atau world mental health day udah pernah denger belum nih? 

 

Berawal dari Stigma

 

Kalau kamu sering merasa putus asa, kesepian, stress, depresi, merasa hidup segan mati tak mau, tenanglah, kamu ngga sendirian. Menurut data dari World Health Organization (WHO), saat ini ada sekitar 300 juta orang di dunia yang mengalami depresi. Angka tersebut bahkan naik lebih dari 18 persen sejak 2005 lalu.

 

Apa sih yang membuat semakin banyak orang terjebak depresi?

 

Salah satunya, stigma. Seseorang yang punya gangguan mental seringkali dianggap sebelah mata sama lingkungannya. Giliran gangguan mental di konsultasiin ke psikolog, dikiranya ‘gila’. Padahal, berbicara soal gangguan mental cakupannya luas banget. Kebiasaan menyalahkan diri sendiri, selalu merasa kesepian, sampai terus berfikiran negatif juga bisa jadi salah satu tanda-tanda gangguan mental, dan gangguan mental itu sama sekali bukan hal yang memalukan kok buat di konsultasikan sama professional.

 

Nah, untuk menghapus stigma negatif dan kesalahpahaman tentang gangguan mental, juga meningkatkan awareness tentang pentingnya sehat mental, setiap tahunnya diperingatilah hari kesehatan mental sedunia atau World Mental Health Day (WMHD) setiap tanggal 10 Oktober.

 

Sejarah WMHD

 

Peringatan WMHD pertama kali dilakukan di tahun 1992 oleh World Federation for Mental Health atau WFMH. Kenapa kesehatan mental dianggap penting dan harus diperingati setiap tahunnya?

 

Kesehatan mental adalah masalah serius yang seringkali dianggap sepele, ngga penting, dan diabaikan. Padahal, kesehatan mental itu dampaknya besar banget sama kehidupan sehari-hari. Dan dengan adanya WMHD ini diharapkan setidaknya masyarakat menaruh sedikit perhatian sama kesehatan mental mereka sendiri. Ngga cuman di tanggal 10 Oktober doang tapi yhaa, tapi tiap hari.

 

Setiap tahunnya, WHO mengangkat tema-tema berbeda tentang kesehatan mental dalam WMHD. Misalnya di tahun 1996 tentang perempuan dan kesehatan mental, 2002 tentang efek trauma dan kekerasan pada anak dan remaja, 2012 tentang depresi, 2014 tentang Schizophrenia, 2017 tentang kesehatan mental di tempat kerja, dan di tahun 2018 ini tema yang bakal diangkat adalah tentang young people and mental health in a changing world atau anak muda dan kesehatan mental dalam dunia yang berubah.

 

Hari Kesehatan Mental Sedunia 2018

 

Menjadi anak muda di zaman sekarang itu ngga gampang. Kebanyakan anak muda menghabiskan waktunya di dunia maya yang ternyata ngga lebih aman dibandingkan dengan dunia nyata. Ada cyber crime, cyber bullying, sampai main video games yang ngga sadar menularkan konten kekerasan. Belum lagi dengan peningkatan angka bunuh diri pada remaja, adiksi sama obat-obatan terlarang, sampai kekerasan seksual. Traumatik dan depresi yang mereka alami, pun akan berdampak sama masa depan mereka nantinya.

 

Melihat fenomena yang terjadi pada anak zaman now ini, maka federasi dunia mencoba membawa perhatian pada isu-isu yang dihadapi remaja dan orang dewasa muda tentang kesehatan mental mereka, melalui gelaran akbar WMHD 2018.

 

Ngga hanya itu, untuk turut menyemarakkan hari kesehatan mental sedunia di tahun 2018 ini, Ibunda juga mengadakan kampanye #beranibercerita. Selain itu ada juga kegiatan seru lainnya yang bisa kamu ikutin berkaitan dengan WMHD.

 

Mau tau keseruan hari mental sedunia 2018 versinya Ibunda kaya apa? Pantengin terus Instagram Bunda ya di @Ibunda.id. Atau kamu juga bisa lho cerita sama Bunda tentang apa pun masalah yang kamu hadapi. Bunda siap jadi konselor pribadi kamu, gratis! Chat Bunda aja di LINE @Ibunda, atau di www.ibunda.id. Yuk #beranibercerita!


Tanggapan mereka