Keluarga

Menjaga Kedekatan Anak Saat Ibu Bekerja

Oleh Fx Dimas

Namanya anak pasti sulit untuk jauh-jauh dari orangtuanya, apalagi kalau kedua orangtuanya sama-sama bekerja. Ibu yang setiap harinya bekerja di kantor pasti memiliki kesulitan untuk meluangkan waktu Bersama anaknya. Beberapa ibu juga pasti khawatir kalau anak mereka akan lebih dekat dengan pengasuh. Bahkan ada anak yang ternyata lebih menurut dengan pengasuh daripada ibunya sendiri. Untuk mengatasi ketakutan-ketakutan yang ada, kali ini psikolog Alexandra Gabriella akan memberikan beberapa tips agar ibu yang bekerja bisa memiliki kualitas hubungan bersama anaknya.

 

Luangkan waktu untuk anak

Setiap anak pasti menginginkan waktu yang cukup bersama orangtuanya. Waktu seolah tidak bisa digantikan oleh hadiah ataupun materi lainnya. Memberikan banyak materi pada anak justru akan membuat anak menjadi manja dan konsumtif. Untuk itu, ada baiknya meskipun bekerja fokuslah pada kualitas momen dan waktu yang diberikan pada anak juga ya.

 

Hindari membohongi dan memarahi anak

Terkadang anak sulit menerima kepergian orangtua mereka untuk bekerja. Beberapa anak suka menunjukkan sikap kesedihan atau marah saat ditinggal ibunya ke kantor. Saat ini terjadi, cobalah untuk memarahi atau membohongi anak ya. Usahakan juga untuk tidak mengiming-imingi anak sesuatu untuk membuatnya berhenti marah atau menangis. Terimalah emosi yang terjadi pada anak, lalu berikanlah informasi yang tepat seperti “mama mengerti kamu sedih, mama juga sedih karena harus bekerja. Tapi mama harus tetap pergi, nanti sore kita bisa main lagi ya.” Perkataan-perkataan ini seolah menjelaskan empati seorang ibu kepada anak dan mengajarkan anak untuk bisa menghargai sebuah keputusan atau jadwal orang lain.

 

Manfaat waktu bersama anak

Ketika memiliki waktu luang, enggak ada salahnya untuk menggunakan waktu bersama anak. Ajak dirinya untuk berekreasi atau sekedar menghabiskan waktu bersama. Maksimalkan waktu dan carilah kegiatan yang disukai anak. Mulai dengan kegiatan sederhana, seperti jalan pagi sambil mengajak anak bersepeda, mengajak anak ke taman atau kegiatan lainnya.

 

Tetap bersikap peka

Mungkin banyak orangtua yang mempercayakan anak untuk diasuh Bersama pengasuh atau orang-orang di luar anggota keluarga. Meskipun itu bisa membantu ketika ditinggal bekerja, tetapi sadarilah bila ada perubahan pada kondisi fisik, emosi atau ekspresi, kebiasaan atau perilaku, dan perkataan anak ya. Sesibuk apapun pekerjaan di kantor, tetaplah bersikap peka atau lebih sensitif dengan segala perkembangan anak.

 

Terapkan kedisiplinan

Adakalanya ibu yang bekerja merasa bersalah terhadap anak, sehingga cenderung selalu mengalah terhadap anak. Namun, hal ini justru dapat membuat anak sulit berempati dan egois. Maka dari itu, penerapan disiplin yang sehat merupakan bentuk kasih sayang yang dapat mengajarkan anak untuk berempati dan bersikap mandiri.

 

Ajak anak ke kantor

Bila keadaannya memungkinkan, ajaklah anak ke kantor. Dengan semakin mengenal kondisi tempat kerja dan rekan-rekan kerja di kantor, anak dapat merasa lebih aman karena mengetahui ke mana ibunya pergi dan Bersama siapa. Jangan lupa untuk menyebutkan nama-nama orang yang ia kenal di kantor ketika berpamitan kerja, agar anak bisa memiliki gambaran atau kegiatan ibunya di kantor. Contohnya seperti, “mama mau kerja dulu ya nanti ketemu sama tante bunga sama om agus yang kemarin kamu ajak main di kantor.”

 

Sempatkan waktu untuk me time

Adakalanya ibu yang bekerja merasa lelah dan membutuhkan waktu sendiri. Stress ternyata juga bisa menurunkan kualitas perhatian terhadap anak. Sehingga, ada baiknya mencari waktu untuk "me time" demi memperbaiki kualitas perhatian ke anak.

 

Nah, itu beberapa tips untuk para ibu yang sedang bekerja tapi masih mau kualitas dengan si kecil tetap terjaga. Untuk kamu yang punya kekhawatiran dengan kondisi anak ketika ditinggal bekerja, bisa lho curhat sama Bunda. Kamu bisa langsung curhat di www.ibunda.id atau LINE di @Ibunda.


Tanggapan mereka