Pertemanan

Menolong Sahabat yang Ingin Bunuh Diri

Oleh Achmad Yayang, Salsabila A.

Dunia K-POP kembali berduka. Setelah sebelumnya kehilangan idol berbakat Choi Jinri (Sulli) yang meninggal bunuh diri pada 14 Oktober 2019, kali ini seorang idol ex-girlband KARA yang juga sahabat dari Sulli bernama Goo Hara dikabarkan meninggal dunia. Ia ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Cheongdam, Seoul pada 24 November 2019.

Sebelumya, Goo Hara juga pernah menjadi sorotan warganet akibat percobaan bunuh diri yang ia lakukan di kediamannya. Menurut penuturan manajernya, Goo Hara ingin bunuh diri diduga karena mengalami depresi.

Depresi memang nyata adanya, dan ini adalah masalah serius yang bisa membuat penderitanya memiliki keinginan untuk melakukan self harm bahkan percobaan bunuh diri. Tapi, seringkali orang-orang di sekitar penderita justru menyepelekan. Itulah kenapa, penting banget untuk kita kenali tanda-tanda orang yang sedang berjuang melawan depresinya hingga ia ingin melakukan bunuh diri.

 

Baca Juga: Mengatasi Rasa Kehilangan karena Kematian



Mengutip dari Into The Light Indonesia, ada beberapa tanda seseorang yang memiliki tendensi untuk bunuh diri. Beberapa tandanya di antaranya adalah dia sering membicarakan keinginan untuk bunuh diri, membenci dan menghujat diri sendiri, mulai mencari-cari informasi cara bunuh diri, mengatur segala hal untuk ditinggalkan, mengucapkan kata-kata perpisahan, menarik diri dari orang lain, melakukan perilaku self harm, sampai perubahan fisik dan mood yang drastis. 

Nah, jika orang terdekat kamu atau bahkan sahabat yang menunjukkan gejala seperti di atas, tapi kamu bingung harus bertindak apa, psikolog Ibunda Nurhuzaifah Amini, M.Psi memberikan beberapa tips yang bisa kamu lakukan. 

Kenali Tanda-tanda Mereka yang Ingin Bunuh Diri

Tanda-tanda ini meliputi secara emosi, pikiran, perilaku, dan sosialnya. Jika sahabat kamu mulai gampang marah, sedih, kesal, bahkan mulai menjauh darimu, dan bersikap gak seperti biasanya. Hmm.. mungkin ini saatnya kamu untuk lebih peka terhadap segala perubahan yang dialami olehnya. 

Ajak Bicara Secara Personal 

Kalau kamu sudah peka terhadap kondisi temanmu yang memiliki tanda-tanda bunuh diri, kamu bisa menunjukkan perasaan empati dan peduli terhadap kondisinya. Sebisa mungkin untuk gak menghakimi tentang kondisinya. Apalagi dengan kata-kata seperti “masalah gitu doang kok sampai mau bunuh diri?” atau “ah lebay!”, dan kata-kata lainnya yang berpotensi menyakiti dia. Kamu bisa memulai sesederhana dengan pertanyaan kabar, dan katakan pada dia kalau kamu siap menjadi pendengarnya. 

Pastikan Dia Gak Menyimpan Benda yang Bisa Membahayakannya

Kalau teman kamu menunjukkan tanda orang yang ingin bunuh diri, mulai jauhi dia dari senjata tajam, senjata api, atau bahkan bahan beracun yang dapat membahayakan dirinya.

Tawarkan Diri untuk Terlibat dalam Kesehariannya

Nah, kamu bisa nih terlibat dengan aktivitasnya, mulai dari ikut segala kegiatan positifnya hingga mendukung segala kegiatan yang ia perbuat, buat dia merasa memiliki seseorang yang dapat ia banggakan dan butuhkan. 

Ajak Dia Melakukan Konseling ke Professional

Saat ia sudah mulai nyaman denganmu dan hanya kamu yang mampu didengar olehnya, ini saatnya kamu membujuk dia untuk melakukan konseling ke professional, ke Ibunda contohnya. Penanganan profesional bukan hanya akan membantu teman kamu yang lagi berjuang, tapi juga membantu kamu untuk gak terlalu khawatir soal kondisinya. 

Simpan Kontak Pihak yang Bisa Segera Dihubungi

Pastikan teman kamu menyimpan kontak darurat dalam handphone nya. Jika kamu merasa gak bisa 24/7 selalu ada buat dia, gak apa-apa kok. Kamu bisa menyimpan alternatif kontak orang terdekat dia yang lain di handphone nya. Jangan lupa juga untuk simpan nomor-nomor penting seperti nomor polisi dan Rumah Sakit terdekat. 

Pastikan Diri Kamu Gak Terbebani dengan Situasinya

Siapa yang gak khawatir sih ada orang terdekat yang mengalami depresi dan punya tendensi bunuh diri? Pasti kamu merasa cemas dan was-was ya. Tapi ingat, dalam menghadapi seseorang yang membutuhkan bantuan juga kamu harus cross check kondisi diri kamu dulu. Apakah kamu siap mendengar cerita dia? Apa kamu siap untuk gak mengkritik berlebihan yang malah beresiko bikin dia makin gak nyaman? Jadi penting banget untuk kenali limit kamu sendiri sebelum menolong orang lain. Sama seperti ketika di pesawat, kita harus memberikan oksigen untuk diri sendiri baru bisa menyelamatkan orang lain, bukan? 

 

Baca Juga: Taeyeon dan Perjuangannya Melawan Depresi



Kamu juga bisa mengajak dan meyakinkan teman kamu untuk menemui profesional. Yakinkan pada dia kalau dia gak sendirian. Justru ada banyak pertolongan di luar sana yang bisa dia raih, salah satunya kamu, orang-orang terdekatnya, dan tentu psikolog yang bisa memberikan saran-saran profesional yang objektif tanpa menghakimi. Untuk langkah pertama, kamu bisa ajak dia untuk konsultasi online di Ibunda di LINE @Ibunda. Semoga dapat membantu!


Tanggapan mereka