Pertemanan

Pentingnya Kesehatan Mental Pada Atlet

Oleh Salsabila Ainurrohman

Menjadi atlet itu ngga gampang. Selain fisik harus tahan banting macem Agung Hercules, mental juga harus sekuat baja macem Mario Teguh. Dua-duanya harus seimbang, karena kalau kemampuan fisiknya aja yang diperhatikan, maka akan sulit bagi seorang atlet untuk bisa survive dalam karirnya, begitu juga sebaliknya.

 

Faktanya, gangguan kesehatan mental memang dapat berpengaruh pada kondisi fisik. Misalnya ketika mental merasa tertekan maka berdampak pada jantung berdebar, keluar keringat dingin, hingga cemas berlebih yang membuat seseorang jadi sulit untuk berkonsentrasi. Dan ketika ini terjadi, maka atlet jadi ngga bisa menunjukkan performa terbaiknya ketika bertanding. Alhasil, pemirsah pun kecewa.. dan atletnya bisa semakin terjebak dalam lingkar depresinya.

 

Johannes A.A Rumeser, seorang psikolog olahraga yang juga pernah menjadi konsultan kesehatan mental para atlet di PSSI menyebutkan, semakin jago seorang atlet dalam bermain maka semakin tinggi pula kebutuhan dia untuk meningkatkan kapasitas mentalnya. Dengan mental yang kuat, maka akan memudahkan atlet untuk mengelola stress yang Ia hadapi sehingga performa ketika bertanding pun tak goyah walaupun masalah menerpa tiada henti.

 

Lalu, gimana dong caranya supaya mental health atlet selalu terjaga? Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk meningkatkan kesehatan mental kamu sebagai atlet:

 

Beristirahatlah

Menjadi seorang atlet pastinya akan berhadapan dengan siklus olahraga rutin. Walaupun latihan fisik itu penting, tapi jangan forsir diri kamu secara berlebihan ya. Tubuh kamu perlu untuk istirahat, minimal jaga waktu tidur kamu selama 7-8 jam sehari.

 

Latihan Imagery Sebelum Tanding

Dalam jurnal The Influence of an Imagery Workshop on Athletes Use of Imagery, disebutkan kalau imagery adalah strategi mental yang sifatnya perseptif. Singkatnya, imagery adalah membayangkan sesuatu dalam pikiran, bisa berupa visual, gerakan, atau bahkan penciuman. Teknik imagery ini banyak dilakukan oleh atlet profesional sebelum bertanding. Jadi sebelum tanding, coba bayangkan kamu sudah mencapai goals yang ingin kamu raih, dan bayangkan bagaimana rasanya berada di posisi tersebut. Dalam penelitian psikologi Callow & Hardy, disebutkan bahwa menggunakan strategi imagery ini dapat berpengaruh positif mendorong motivasi, membantu regulasi emosi, dan meningkatkan rasa percaya diri.

 

Libur Main Sosmed

Menurut riset, terlalu banyak mengakses media sosial itu justru bisa meningkatkan resiko depresi lho. Jadi daripada menghabiskan waktu membuka media sosial yang isinya komentar nyinyir netijen, mending gunakan waktu kamu untuk melakukan hal-hal yang bisa naikin mood kamu. Misalnya nonton film kah, drama korea, pergi karaoke, atau liburan ke tempat seru di sela libur latihan.

 

Jangan Menyangkal Apa yang Dirasakan

Terkadang ketika emosi lagi buruk, seseorang secara alamiah malah menyangkal apa yang dia rasakan. Misalnya, pas lagi sedih trus dipaksa-paksain happy, padahal hal ini justru bisa membuat seseorang jadi makin tertekan. Jangan sangkal apa yang kamu rasakan, akuilah kalau kamu memang lagi sedih, atau bahkan marah, tak apa jika harus menangis sekalian. Karena pada hakikatnya emosi memang ngga bisa dikendalikan.

 

Berceritalah

Salah satu hal yang bisa memicu stress pada atlet adalah ketika harus menghadapi kekalahan. Ronda Rousey misalnya, seorang atlet UFC ini sempat mengalami depresi karena kekalahannya dalam kejuaraan UFC melawan Holly Holm. Melansir dari BBC, Ronda Rousey bahkan pernah hampir melakukan bunuh diri karena kehilangan gelar dan rekornya kala itu. Beruntung, karena support dari kekasih dan keluarganya akhirnya membuat Ronda Rousey kembali bangkit dan mau menata kembali karirnya.

 

Ngga hanya Rousey, kamu juga bisa lho survive dari masalah-masalah kamu. Percayalah bahwa kamu tidak sendiri di dunia ini, jadi jangan pendam semua masalah kamu sendiri. Ceritakanlah keresahan kamu pada orang-orang yang kamu percayai, atau bila perlu temui psikolog untuk mendapatkan solusi terbaiknya. 

 

Ibunda juga udah sempet nih sharing sama dua atlet kebanggaan Indonesia, ada Emilia Nova sama Idan Fauzan dari cabang olahraga atletik yang cerita soal kisah mereka melawan stress. Faktanya, jadi atlet memang ngga gampang ternyata, karena mood harus bener-bener terjaga supaya performance tetap maksimal. Seperti apa kisah mereka? Cek video berikut ini yaa. 

 

Buat kamu yang pengin ngilangin stress, kamu juga bisa banget curhat sama Bunda, di mana kamu bisa dapatkan solusi dari sudut pandang psikologi juga. Ngga percaya? Coba aja ceritakan semua keluh kesah kamu sama Bunda, bisa melalui website di www.ibunda.id, atau LINE @Ibunda,pasti Bunda cari solusinya.


Tanggapan mereka