Masalah Diri

Post Holiday Blues, Depresi Usai Liburan

Oleh Salsabila Ainurrohman

Sebagai pecinta tanggal merah, berhadapan dengan kondisi libur-yang-mau-udahan tampak seperti mimpi buruk di siang bolong. Udah pernah denger post holiday blues? Nah, kurang lebih itu lah nama bekennya.

 

Setelah sebelumnya bisa bangun bobo lebih siang, bisa njogrok depan TV pagi-pagi belom mandi mantengin kartun TV atau sinetron azab nya Indosiar sambil mager-mager meluk guling, atau bahkan rame-rame sama orang-orang terkasih pergi liburan ke pulau pribadi, well.. kini semua itu telah berakhir. Ketika tanggal merah mendekati akhir, malah muncul rasa malas untuk kembali ke rutinitas, bahkan sampai sakit kepala, susah tidur, ngerasa gelisah, cemas, sampai berat badan yang bertambah atau menurun secara drastis, bisa jadi kamu mengalami post holiday blues.

 

Meskipun namanya terdengar seperti gangguan yang mengerikan, tapi ngga usah khawatir, post holiday blues ini bukan sindrom yang mematikan kok. Memang wajar ketika seseorang begitu menikmati hari liburnya, dan perasaan jadi cemas ketika harus kembali berhadapan dengan rutinitas harian yang banyak menguras energi. Di laman The New Daily bahkan disebutkan kalau merasakan post holiday blues ini justru menunjukan kalau fungsi psikologis diri kamu berfungsi dengan baik.

 

Untuk mengatasi perasaan negatif yang mengganggu hari kamu jelang kembali pada aktivitas padat, psikolog Dr Allison Niebes Davis, PhD punya beberapa tips nya nih buat mengatasi post holiday blues.

 

1. Buat Gratitude Journal Harian

 

 

Ada yang bilang, orang yang bahagia adalah orang yang selalu bisa bersyukur dalam keadaan apa pun. Begitu juga ketika lagi galau mau mulai kerja tapi mager. Salah satu tips nomor satu yang disebutkan Dr Allison adalah bikin gratitude jurnal harian, yang di dalamnya berisi 3 hal yang kamu syukuri setiap harinya (dan usahakan harus selalu baru yaa). Kamu bisa mulai pelan-pelan dari sekarang! Ngga perlu menantikan sesuatu yang besar macem dapet doorprize kulkas dua pintu, atau hadiah sepeda dari pak Presiden, tapi hal kecil seperti bisa bernafas tanpa idung mampet karena pilek juga bisa masuk jadi satu list di gratitude jurnal kamu.

 

2. Olahraga

 

Tips kedua ini mungkin terdengar klise, tapi menurut riset, moodbooster tercepat ketika lagi un mood adalah dengan berolahraga. Ngga perlu seharian kok, kamu bisa luangin waktu minimal 15-20 menit sehari untuk secara aktif menggerakan seluruh tubuh kamu. Bisa pergi ke gym, yoga, jogging keliling komplek, atau se-simpel beres-beres rumah sambil kayang, misalnya. 

 

3. Jadwalkan Kegiatan Favorit di Hari Libur

 

Riset menunjukkan, mengantisipasi sesuatu yang keren yang kita sukai itu bisa banget meningkatkan semangat menjalankan aktivitas. Jadi, mulai sekarang jangan lupa isi waktu libur akhir pekan dengan melakukan aktivitas yang paling kamu suka. Ngga perlu harus liburan ke Eropa juga.. kamu bisa mengisi jadwal akhir pekan kamu dengan nonton film favorit misalnya, pergi dinner sama orang terkasih, atau bahkan tidur di rumah seharian.  

 

4. Buat Rutinitas Baru

 

Tips terakhir yang juga ngga kalah penting adalah, bikin jadwal harian, mingguan, sampai bulanan kamu. Coba buat jadwal rutinitas baru yang bisa membuat hari kamu lebih terorganisir tapi juga menyenangkan. Jangan lupa juga luangkan waktu untuk me-time setiap hari ya. 15 menit untuk tidur siang misalnya, baca buku, denger musik, atau hal lain yang kamu sukai yang bisa dinikmati dalam waktu singkat.

 

Nah, itulah beberapa tips menghadapi post holiday blues dari psikolog Dr Allison. Mungkin memang tidak semua orang membenci hari libur yang sudah berakhir. Ada juga yang justru menantikan untuk kembali kerja karena merasa depresi dengan hari libur. Intinya, rileks aja brader. Kembali memulai aktivitas harian setelah hari libur usai ngga semengerikan itu kok.

 

Buat kamu yang butuh teman cerita tentang berbagai perasaan negatif yang kamu rasakan, kamu bisa lho curhat sama Bunda. Hubungi Bunda di www.ibunda.id atau LINE @Ibunda. Bunda siap jadi personal counselor kamu!


Tanggapan mereka