Percintaan

Rayakan Hari Valentine dengan Self Love

Oleh Ariffah Nourma Juwita

“To fall in love with yourself is the first secret to happiness.” 

-Robert Morely- 

 

Ketika toko-toko mulai menjual bergam jenis cokelat, boneka teddy, buket bunga mawar, balon, dan kartu ucapan berbentuk hati dengan nuansa merah dan pink, biasanya ini menandakan kalau hari Valentine segera tiba. Spanduk dan poster di jalanan, iklan-iklan di TV, dekorasi di ruang publik hampir semuanya bertemakan hari kasih sayang. Pasangan-pasangan yang berjalan sambil bergandengan tangan di luar sana menjadikan suasana hari Valentine semakin paripurna. Love is in the air. Tapi, apa kabar dengan kita yang jomblo? tak bisakah kita merayakannya juga? 

Kebanyakan dari kita yang masih single alias tuna asmara alias nggak punya pacar pasti memilih menghindari perayaan yang satu ini. Entah dengan menggunakan ajaran agama sebagai dalih atau sok-sokan cuek dan sibuk. Sementara, ada juga yang diam-diam mendambakan hari Valentine untuk dihabiskan bersama pasangan idaman layaknya orang-orang lain. 

Kalau kamu merasa menjadi salah satu golongan yang belum menemukan belahan jiwanya , jangan bersedih dan lantas buru-buru mencari jodoh hanya untuk mengobati rasa sepi atau sekedar membungkam nyinyiran teman maupun tetangga. Yuk, kita berhenti sejenak untuk refleksi diri. 

 

Baca Juga: Tips Jadi Jomblo Bahagia

 

Mengutip dari Huffpost, rasa sedih atau sepi yang datang dalam diri kita ketika valentine tiba terkadang bukan disebabkan oleh hari valentine secara langsung, lho, tetapi lebih pada keinginan untuk memiliki dan dimiliki oleh orang lain. Hari valentine biasanya hanya menjadi pemicu dari menguatnya keinginan kita untuk punya pasangan. Pengen segera punya pacar itu wajar, kok, hanya saja jangan sampai ketergesaan justru membawa kita pada cinta dan hubungan yang nggak sehat. Mungkin banyak dari kita yang tidak menyadarinya, tapi cinta yang sesungguhnya itu justru bermula dari cinta terhadap diri sendiri—atau sering dikenal dengan istilah self-loveSeberapa sayangkah kamu dengan dirimu sendiri? Apakah kamu sudah benar-benar mencintai dirimu sendiri? 

Seringkali kita mengharapkan ada seseorang yang datang dalam hidup kita untuk mengobati kesepian dan kesedihan yang kita rasakan. Banyak dari kita juga mengharapkan bahwa orang ini bisa mengubah diri kita. Kita bisa jadi masih merasa minder dengan diri sendiri: merasa kurang cantik, kurang pintar, kurang kaya, dan seterusnya. Alih-alih menyelesaikan permasalahan diri, kita malah mencari-cari orang lain dengan harapan dapat menyempurnakan kekurangan yang ada. Tahukah kamu, konsep semacam inilah yang biasanya menyebabkan perpecahan dan ketidaklanggengan dalam suatu hubungan. 

Lalu, kenapa self-love menjadi jawabannya? Simpel aja—jika kita tidak bisa mencintai diri sendiri, lantas bagaimana kita bisa mencintai orang lain? 

Seperti yang dilansir dari Psychology Today, pada titik tertentu kita harus mampu menghadapi diri kita sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dengan segala potensi dan juga ketakutan yang dimilikinya. Jika kita takut terus-menerus sendiri, maka hadapi ketakutan itu; jika kita merasa kurang pantas untuk dicintai, cari tahu akar permasalahannya. Dari sinilah kita tahu bahwa yang bisa mengubah pola pikir, me-manage perasaan, dan mengubah keadaan adalah diri kita sendiri. 

 

Baca Juga:  Quirkyalone, Si Jomblo yang Bangga Menjadi Sendiri



Dengan penerimaan diri dan cinta terhadap diri sendiri yang kuat, maka segala hal yang menjadi beban bagimu akan berangsur pergi, termasuk rasa sepi dan sedih karena sampai saat ini belum menemukan pasangan yang tepat. 

Makanya, yuk, jadikan momen valentine ini sebagai ajang untuk meningkatkan rasa cinta dan kasih terhadap diri sendiri. Ibunda bisa banget, lho, membantumu untuk membangun self-love yang kuat. Caranya gimana? Klik di sini. Jika kamu bisa jadi partner yang kece buat dirimu sendiri di hari Valentine ini, kemungkinan menjadi partner yang kece pula buat orang lain jadi makin meningkat di tahun depan! 


Tanggapan mereka