A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Masalah Diri

Salah Gak Sih Jadi Perfeksionis?

Oleh Fx Dimas

Di antara kamu ada gak nih yang selalu menginginkan hasil yang serba sempurna? Sampai ke hal terkecil pun, kamu enggak mau tuh ada yang salah atau kurang. Hmm, kalau kayak gini bisa dibilang kamu termasuk orang yang perfeksionis ya. Tapi beberapa orang ada juga yang perfeksionisnya bisa dikatakan berlebihan. Sebenarnya sikap perfeksionis yang wajar itu seperti apa sih? Berbicara soal perfeksionis kali ini Bunda akan membahasnya bersama psikolog Kantiana Taslim dari Personal Growth.

Menurut psikolog Kantiana Taslim, pada dasarnya sisi perfeksionis itu wajar lho karena ini tentunya bisa menjadi motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan yang ada.  Namun, perfeksionis yang berlebihan dapat membawa dampak buruk yang mengganggu kehidupanmu sehari-hari, contohnya: kamu tidak bisa menerima kesalahan orang lain padahal itu hal sepele, bersikap prokrastinasi atau bahkan tidak ingin menyelesaikan tugas karena terus merasa hasilnya belum maksimal.

Wah, kalau keadaannya sudah gini berarti sikap kamu sudah tidak sehat ya. Jika tidak diperhatikan ternyata membuat kamu jadi tidak terkontrol karena ini dipicu kekhawatiran yang terus muncul walaupun sudah memberikan performa terbaik untuk hasil kerjanya. Jika kecemasan ini terjadi terus-menerus dan berlebihan, ternyata perfesionis bisa berujung menjadi gangguan.

Agar perfeksionis yang ada di dalam diri kamu tidak berlebihan, penting banget untuk belajar membedakan prioritas dan seberapa penting suatu tugas yang sedang dikerjakan. Tanyakan kepada dirimu, “seberapa penting sesuatu yang sedang berusaha kamu kerjakan dengan sempurna tersebut? Apakah kamu masih memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, orang-orang terdekat, bahkan waktu untuk diri sendiri?”. Ketika kamu dapat menyelesaikan berbagai hal dengan baik tanpa tuntutan diri untuk menjadi sempurna, you will see that being good enough is really good enough.


Tanggapan mereka