A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Masalah Diri

Sudah Berkenalan Dengan Rasa Marahmu?

Oleh Yonathan

Sebagai seorang manusia (yang seharusnya) cukup normal, pastinya kamu mempunyai berbagai jenis emosi. Sedih, kecewa, marah, senang dan berbagai emosi lain pastinya mewarnai berbagai kejadian di dalam hidup kamu ya. Tapi pernahkah kamu mengeluarkan atau mengalami luapan emosi secara berlebihan dalam menanggapi suatu kejadian tertentu?

 

Berhubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 24 Maret kemarin Ibunda mengadakan support group berjudul “How To Handle Your Emotion” bersama psikolog Marcelina Melissa dari TigaGenerasi yang bertujuan untuk membicarakan dan mencari solusi dari problema peserta. Nah, untuk kamu yang tidak mengikuti support group, Bunda akan membagikan sedikit pembahasan kemarin bersama psikolog Marcelina Melissa. Read on!

 

Faktor-faktor penyebab kemarahan berlebih

Secara umum, faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2, yaitu internal dan eksternal:

 

Faktor internal

  1. Faktor internal bisa lho dilihat dari temperamen seseorang. Kepribadian masing-masing individu terbentuk dari gabungan temperamen dan karakter yang banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan sejak kecil. Ada orang yang terlahir dengan sifat “santai”, sedangkan ada yang terlahir “emosian”.
  2. Reaksi seseorang terhadap hal sesuatu yang dibencinya. Contohnya seperti ada orang yang sangat menghargai waktudan orang tersebut akan merasa kesal jika harinya tidak berjalan sesuai
  3. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menangani emosinya, karena itudiperlukan pemahaman dan pengertian yang mendalam dalam mengontrol emosi negatif.Mindset bahwa lingkungan sekitar dapat berpengaruh lebih besar dalam mempengaruhi emosi dan diri dibanding kontrol sendiri.

 

Faktor eksternal

  1. Ekspektasi dari lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan realita bisa memicu emosi berlebih. Saat terjadi ketidaksesuaian antara dua hal tersebut, maka individu dapat merasa tertekan dan menimbulkan kemungkinan terjadinya ledakan emosi.
  2. Hal yang bertolak belakang juga dapat mempengaruhi emosi seseorang, misalnya ketika seseorang yang kaku dihadapkan kepada orang atau situasi yang memaksa dia berperilaku fleksibel.
  3. Tidak adanya role model yang dapat mengajarkan seseorang bagaimana cara mengelola dan menampilkannya secara wajar. Karena itu, peran orang tua sangat besar dalam pembentukan emosi seseorang.

 

Lalu, bagaimana menanggapi faktor internal?

  • First of all, kenali temperamen kamu Dengan begitu, kamu dapat menghindari hal atau kejadian yang dapat membuatmu emosi.
  • Kenali hal-hal yang dapat memicu emosi dan pikirkan rencana untuk menghadapi masalah tersebut. Jika kamu tahu akan ada hal yang berkemungkinan membuatmu emosi, maka kamu sudah mendapat rencana cadangan untuk mengatasinya.
  • Temukan pelampiasan dari emosi negatif yang kamu rasakan secara positif, misalnya dengan berolahraga atau membaca buku
  • Tanamkan pemikiran bahwa kamu memiliki kontrol pikiran yang lebih besar untuk mengelola emosi negatif, dibandingkan lingkungan yang mengontrol emosi kita. Our mind is our greatest weapon!

 

Bagaimana dengan faktor eksternal?

Hal ini sangat tergantung pada kontrol diri yang dimiliki seseorang. Orang yang memiliki kontrol diri baik dapat berpikir sebelum bertindak dan dapat memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukannya. Pengenalan terhadap diri sendiri juga sangat membantu seseorang dalam mengontrol emosinya.

 

Nah, seperti itu kira-kira sedikit penjabaran dari pembahasan seru di support group kemarin. Jika kamu tertarik dan ingin bergabung dalam support group, kamu bisa terus mengikuti perkembangan Ibunda ya. Oh iya, kalau ada yang masih belum mengenal rasa marahmu dan bingung harus gimana, kamu bisa lho curhat sama Bunda. Kamu bisa langsung curhat di website www.ibunda.id atau LINE @Ibunda. Godspeed!


Tanggapan mereka