A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Masalah Diri

Ternyata Ini Alasan Dibalik Marah Berlebihan

Oleh Yonathan

Siapa nih yang suka marah-marah? Meluapkan emosi dengan marah itu suatu hal yang sangat wajar lho. Setiap orang bisa saja marah karena banyak hal, mulai dari pekerjaan yang tidak kunjung selesai, terlibat dalam berbagai argument atau mungkin terjebak dalam kemacetan juga kadang membuat emosi kamu meluap-luap ya. Tetapi ketika kamu marah untuk sesuatu yang bisa dikatakan sepele, harus kamu waspadai ya. Bisa jadi kamu belum bisa mengontrol emosi yang ingin dikeluarkan.

Hal seperti itu tentu bisa terjadi kepada semua orang dengan alasan yang bervariasi. Bisa jadi alasan dibalik kemarahan kamu yang tiba-tiba adalah perasaan insecure yang tidak kamu sadari. Terkadang kamu sangat sensitif terhadap segala jenis kritik dan penolakan sehingga seringkali mengarahkan rasa tidak suka kamu dalam bentuk marah.  Rasa marah sendiri membuat tubuh memproduksi hormon norepinephrine yang dapat menghilangkan rasa sakit sehingga marah membuatmu lebih lega.

Marah juga bisa menjadi suatu bentuk dari komunikasi bagi beberapa orang, terutama orang yang kurang bisa mengkomunikasikan keinginan mereka. Mereka harus terlebih dulu marah agar dapat mengatakan apa yang diinginkan atau memprotes apa yang mereka tidak sukai, karena menurut mereka mengatakan apa yang mereka inginkan secara jujur membuat dirinya terlihat lemah atau aneh.

Terlalu sadar diri atau cemas akan diri sendiri juga bisa menjadi salah satu alasan seseorang marah secara berlebihan. Ada kasus dimana seorang ibu lanjut usia yang canggung secara sosial kerap marah atau memancing argumen karena dia takut jika orang lain tidak suka kepada dirinya. Kamu pasti tahu hasil akhirnya kan? Untuk yang belum paham, coba Bunda bantu ya.

Jika seseorang yang kamu kenal marah tanpa sebab, coba ganti perspektifmu. Ini bukan mengenai dirimu, ini mengenai dia. Besar kemungkinan kemarahan yang ada pada dirinya menyimpan informasi yang ingin disampaikan kepadamu. Bisa jadi kemarahannya karena dia harus menyimpan sebuah beban. Coba tanyakan hal-hal kepadanya, seperti: apakah ada hal lain yang mengganggu atau apakah dia merasakan hal lain. Cobalah untuk mengerti ya, karena pasti yang terjadi pada dirinya memiliki alasan tersendiri. Atau mungkin kamu juga bisa mencoba untuk melihat dirimu sendiri, seperti: apakah kamu sendiri melakukan hal serupa? Coba kenali dirimu lebih jauh dan mungkin kamu bisa me-manage dirimu lebih baik dalam hal mengontrol emosi.

Bebicara soal emosi, untuk kamu yang ingin belajar mengendalikan emosi, Bunda akan membantumu dengan salah satu event bernama Ibunda Support Group. Kali ini Ibunda Support Group mengenai “How to Handle Your Emotion” yang akan diadakan tanggal 24 Maret di Kolega Co-working Space Antasari. Jika ingin mendaftar, kamu bisa lho langsung klik link ini http://bit.ly/RegistrasiSupportGroup. Bunda tunggu kehadiran kamu ya.


Tanggapan mereka