A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Percintaan

Tips Mengatasi Anak Yang Patah Hati

Oleh Yonathan

Anak jaman sekarang pasti udah banyak yang mengenal cinta padahal belum waktunya. Melihat jaman yang sudah berubah, anak sekarang merasa kalau hal itu sudah biasa. Padahal beberapa orangtua pasti beranggapan kalau, “masih kecil udah pacaran aja!” dan menganggap cinta mereka itu hanyalah cinta monyet. Meskipun bisa dibilang cinta monyet yang belum bertanggungjawab penuh terhadap komitmen, mereka juga akan berada pada fase patah hati.

 

Saat anak patah hati, orangtua pasti kebingungan sendiri menghadapinya. Untuk orangtua yang mulai kehabisan akal untuk mengatasi anak patah hati, kali ini psikolog Kantiana Taslim dari Personal Growth akan memberikan beberapa tips. Yuk, simak beberapa tipsnya!

 

Terimalah perasaan anak

Saat mengetahui anak sedang patah hati akibat putus dari pacarnya, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menerima perasaan anak. Perlu diingat kalau katah hati anak sama seperti orang dewasa ketika putus cinta. Pasti anak juga memiliki perasaan sedih, marah atau tidak terima kalau hubungannya sudah berakhir. Perasaan-perasaan yang terjadi pada anak itu normal kok, maka dari itu nih saat si anak membutuhkan seseorang di dekatnya. Sebagai orangtua sebaiknya membantu anak untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

 

Jadilah teman untuk anak

Saat anak sedang patah, anak membutuhkan empati dari orangtua mereka selayaknya bercerita dengan teman. Beberapa anak berharap kalau orangtua mereka bisa juga menjadi teman untuknya. Apalagi kalau sudah ada masalah seperti ini, anak cenderung membutuhkan teman untuk sekedar curhat. Nah, sebagai orangtua bisa banget kok jadi tempat curhat si anak.

 

Sampaikan pendapat hanya jika anak meminta

Seseorang yang sedang patah hati itu biasanya ingin didengar. Jadi, enggak ada salahnya dengarkan dulu cerita dari si anak dan usahakan tidak menyela pembicaraan si anak. Lalu sampaikan pendapat hanya jika anak memintanya. Ketika diberi kesempatan untuk berpendapat, usahakan juga ya untuk tidak memihak pihak manapun. Bersikaplah netral tanpa menyudutkan kedua pihak dan berikan nasihat yang tentunya membangun si anak.

 

Jauhkan anak dari Sosial Media

Anak jaman sekarang seolah sulit melepas gadget atau social media mereka. Apalagi kalau sudah galau pasti ujung-ujungnya buka sosial media dan berujung kepoin si mantan. Keadaan seperti ini nih yang membuat anak jadi sulit untuk move on. Sebagai orangtua, cobalah untuk mengajak anak melakukan kegiatan bersama. Carilah kegiatan yang belum pernah dilakukan atau aktivitas menyenangkan. Tujuannya agar anak bisa melupakan kalau dirinya sedang patah hati.

 

Arahkan proses anak

Harus diakui, patah hati merupakan suatu proses dalam hidup yang pastinya bisa memberikan banyak pembelajaran kepada anak. Meskipun begitu, ada baiknya sebagai orangtua bisa membimbing anak untuk menghadapi proses dan belajar dari pengalamannya. Anak yang di arah akan menganggap kalau orangtua mereka peduli terhadapnya.

 

Nah, itu beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua kepada anaknya saat mereka patah hati. Terkadang memang cukup sulit menjelaskan soal cinta ke anak. Untuk kamu yang butuh bantuan atau masukan tentang hal ini bisa langsung curhat sama Bunda di LINE @Ibunda atau website www.ibunda.id. 


Tanggapan mereka