Percintaan

Tips Menghadapi Pasangan yang Kasar

Oleh Eky Yohana

Idaman setiap pasangan pastinya hubungan yang harmonis tanpa lika-liku kehidupan ya. Memang terkadang setiap hubungan itu ada aja masalahnya, mungkin berantem atau selisih paham bahkan ada lho pasangan yang mudah mengatakan perkataan yang menyakitkan pada pasangannya ataupun ‘ringan tangan’.

 

Seperti pasangan muda Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang sangat romantis di media sosial yang di gadang-gadang “Relationship Goals”. Baru-baru ini tertangkap hengpong jadul salah satu akun gosip di Instagram. Di akun gosip tersebut ada video Al dan Alyssa sedang bertengkar saling berteriak satu sama lain dan karena sedang emosi Al medorong Alyssa sampai terjatuh. Alhasil video tersebut membuat netijen membanjiri berkomentar di kolom komentar akun gosip tersebut.

 

Nah, kalian pernah atau sedang memiliki pasangan yang emotional abuse? Jangan sedih kamu engga akan masuk hengpong jadul kok. Kali ini Psikolog Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi akan kasih tau kamu tips mengahadapi pasangan yang emotional abuse!

 

Utamakan Kesehatan Fisik dan Mentalmu

 

Menjalin hubungan dengan orang yang abusive biasanya membuatmu merasa lelah, bingung, bahkan seringkali menyalahkan diri sendiri. Jika sudah mulai merasa seperti ini, kamu bisa lho melakukan hal-hal yang membuatmu merasa lebih baik, misalnya: mendengarkan musik tenang sambil mengatur napas, atau berolahraga. Jangan lupa perhatikan kesehatan fisikmu dengan makan sehat dan olahraga teratur.

 

Self-Compassion

 

Seringkali kata-kata dari pasangan menyakitkan dan membuatmu merasa sedih. Coba latihan menjadi sahabat yang baik untuk dirimu sendiri (self-compasion). Latihan mengakui rasa sakit tersebut, lalu bicara ke dirimu sendiri, layaknya seorang sahabat baik. Dua langkah ini akan membantu kamu melakukan langkah berikutnya. Tidak ada salahnya lho menyayangi diri sendiri layaknya sahabat. Diri kamu kan juga harus di sayang~



Buat Batasan yang Jelas antara Kamu dan si Dia

 

Pada saat tenang, katakan dengan tegas hal-hal yang kamu harapkan dari si dia, misalnya: “Aku berharap kamu bisa bicara dengan tenang dan sopan. Aku tidak suka dipanggil dengan kasar”. Katakan juga konsekuensi dari perilakunya, misalnya “Kalau kamu sedang kasar, sebaiknya kita berhenti diskusi dulu dan aku akan keluar sebentar”. Hal ini berguna agar si dia mengetahui bahwa kamu tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.



Pertahankan Batasan yang Telah di Buat

 

Jika pasangan berkata kasar lagi, cobalah untuk tarik napas, tenangkan diri. Lalu katakan lagi batasan kepada pasangan. Pertahankan batasanmu. Jika memang kamu bilang akan berhenti diskusi dan keluar saat si dia berkata kasar, lakukanlah itu. Kamu tidak perlu terus menanggapi perkatannya, tidak ada gunanya. Lebih baik kamu keluar dari situasi tersebut untuk menenangkan diri.

 

Miliki Dukungan Sosial

 

Ceritakan emotional abuse yang kamu alami ke teman dekat, keluarga, atau professional. Kamu akan merasa lega dan mendapat dukungan. Punya dukungan dari sahabat atau keluarga bisa membuat kamu lebih kuat dan tidak merasa kesepian.

 

Pikirkan Exit Plan

 

Jika memang kekerasan emosional terjadi terus menerus, pikirkan bagimana cara keluar dari hubungan tersebut. Memang tidak mudah, apalagi jika kita memang sayang pada pasangan. Akan tetapi, berada dalam hubungan yang penuh kekerasan, berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mentalmu. Lebih baik berusaha keluar sekarang, daripada terlibat lebih jauh lagi. Ceritakan rencana ini ke sahabat atau keluarga, dan minta dukungan dari mereka.

 

Nah, sekarang kamu sudah tau kan tipsnya bila pasangan kamu memiliki kecenderungan emotional abuse? Intinya kondisikan waktu apabila kamu ingin bicara dengan pasangan, biarkan si dia tenang terlebih dahulu baru lah memulai berbicara lagi. Bila kamu merasa ada temanmu atau kamu ada di kondisi seperti ini tidak usah panik! Kamu bisa datang ke Psikolog atau Psikiater untuk mendapat penangan yang terbaik :). Kalau kamu mau sharing perihal cerita seputar pengalaman apapun bisa banget lho. Yuk cerita sama bunda di www.ibunda.id dan Line @ibunda. Curhat yuk sama Bunda, pasti Bunda cari solusinya! #SpeakUpYourLove with Ibunda


Tanggapan mereka