Percintaan

Valentine di Jepang

Oleh Ibunda Official

Meskipun hampir semua negara merayakan hari Valentine, tapi perayaan Valentine di Jepang agak sedikit berbeda dari perayaan Valentine di negara lain loh, karena banyak sekali tradisi unik yang hanya dirayakan oleh Jepang.

Budaya valentine baru masuk ke Jepang pada 1936, ketika sebuah perusahaan pembuat coklat dan kue, Morozoff Ltd. membuat iklan soal Valentine yang sebenarnya ditujukan kepada ekspatriat yang tinggal di Jepang, dan kemudian mempromosikan tradisi memberikan coklat berbentuk hati pada hari Valentine.

Berbeda dengan negara lain, hanya wanita yang memberikan coklat kepada pria pada hari Valentine, dan bukan hanya pria yang ditaksir, tapi semua teman dan kolega kantor pria.

Jenis coklatnya pun beragam, teman laki-laki biasanya mendapatkan giri-choko, dari kata giri ("kewajiban") dan choko, ("cokelat"), sedangkan untuk pasangan atau pria yang lagi didemenin, akan mendapatkan honmei-choko atau cokleat favorit.

Nah perbedaan paling signifikan antara perayaan Valentine di Jepang dan negara lain ada di perayaan White Day (Howaito D?) atau hari putih, yang jatuh tepat pada tanggal 14 Maret, sebulan pas setelah Valentine.

Pada White Day, laki-laki yang mendapatkan coklat, terutama giri-choko dan honmei-choko pada hari Valentine wajib hukumnya memberi hadiah balasan, dan hadiahnya beragam, dari yang paling sederhana seperti coklat putih atau cookies, sampai perhiasaan. Jepang memang tidak pernah gagal memberikan tradisi yang unik.


Tanggapan mereka