A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: meta_image_webinar

Filename: views/header.php

Line Number: 33

">
Percintaan

Waktu Terbaik Untuk Putus

Oleh Fx Dimas

“Kamu tuh terlalu baik untuk aku. Kayaknya aku enggak bisa deh terus-terusan sama kamu.”

“Aku rasa, aku mau fokus dulu sama pendidikan deh.”

“Sebenarnya aku masih sayang, tapi aku rasa kita harus putus.”

 

Udah pernah denger dong alasan klasik buat putus sama pacar kayak di atas? Apa jangan-jangan kamu pernah menggunakan alasan itu untuk putus sama seseorang? Wah, padahal alasan yang seperti itu kurang tepat lho untuk memutuskan pacar. Bisa dibilang itu alasan klise dan ada alasan yang lebih tepat untuk memutuskan pacar kamu. Sebenarnya kapan ya waktu terbaik untuk bilang “putus”? Kali ini psikolog Pingkan Rumondor akan menjabarkan beberapa hal yang bisa dijadikan alasan untuk putus. Pastinya alasan ini sudah cukup fatal lho kalau hubungan kamu terus dilanjutkan. Yuk, cari tau!  

 

Pasangan kamu main fisik

Dalam hubungan pasti ada aja nih masalah yang terjadi. Namanya juga hubungan pasti enggak selalu berjalan mulus ya. Meskipun begitu, setiap masalah yang terjadi dalam hubungan kamu itu bisa diselesaikan secara baik-baik tanpa ada main fisik. Pasangan yang sayang sama kamu pasti enggak akan pernah menyakiti kamu secara fisik. Kalau si dia udah mulai main fisik masih yakin untuk bertahan?

 

Pasangan melarang kamu mengejar cita-cita

Setiap orang pasti punya keinginan dan cita-cita yang diimpikannya. Punya pasangan yang saling support dengan apa yang kamu lakukan pasti senang banget ya. Apalagi kalau kalian berdua bisa saling mengerti dengan apa yang ingin pasanganmu raih. Hubungan yang sehat itu bisa saling memberikan dukungan, motivasi bahkan kritik membangun agar pasangan kamu berhasil mengejar sesuatu yang diinginkannya. Satu titik dimana kamu bisa mengatakan untuk putus yaitu ketika pasanganmu sudah mulai melarang kamu mengejar cita-cita. Apalagi kalau dia sudah mengekang dan mengatur segala sesuatu yang ingin kamu raih. Hmm, hati-hati ya berarti hubungan kalian sudah mulai dipertanyakan.

 

Pasangan kamu memaksa berhubungan seksual

Pasangan yang mencintaimu adalah mereka yang juga mau menghargai keinginanmu. Kalau kamu memang tidak mau berhubungan seksual berarti seharusnya dia mengerti hal itu. Kamu juga punya hak untuk mengatakan putus jika perilakunya sudah mulai kelewatan ya. Dalam hubungan itu ada baiknya tidak ada yang saling mendominasi, kamu dan dia punya porsi yang sama. Mendominasi bisa berakhir dengan paksaan untuk menuruti kehendak si pasangan padahal belum tentu itu yang kamu inginkan. Ingat tubuh kamu itu sepenuhnya milikmu lho. Bukan berarti kalau dia pasanganmu, dia bisa seenaknya sendiri ya. Apalagi kalau kamu dan dia belum menikah. Hati-hati ya jangan hanya karena dipaksa atau cinta, kamu jadi merelakan tubuh dan hargai dirimu.

 

Pasangan mulai merendahkan kamu

Bukan hanya kekerasan fisik aja nih yang harus kamu perhatikan, melainkan kekerasan verbal juga lho. Hubungan yang mulai tidak sehat itu ketika pasanganmu mulai dari menyudutkan, merendahkan kamu dengan kata-kata kasar. Setiap orang pasti pernah merasa kecewa atau marah dengan pasangannya sendiri, tapi enggak perlu sampai merendahkan seolah ingin melampiaskan amarah. Ketika punya masalah dengan pasangan, ada baiknya lho di komunikasikan baik-baik. Dengan duduk berdua dan saling bertukar pikiran, kamu dan dia bisa menyelesaikan masalah itu tanpa ada satu orang yang tersakiti.



Nah, itu beberapa hal yang bisa kamu jadikan alasan untuk putus. Apalagi kalau pasangan kamu melakukannya berkali-kali hingga sudah tidak ada lagi rasa nyaman. Buat apa bertahan, kalau dalam hubungan ini kamu jadi yang paling disakiti. Pacaran itu tujuannya untuk saling mengenal dan saling berkembang. Jadi, kalau kamu sudah mulai membatasi diri dan tidak bisa berkembang sesuai dengan kamu, itu artinya waktunya untuk putus. Karena pacaran yang sehat akan membuat kamu lebih baik dari kamu yang hari ini. Untuk kamu yang masih bingung harus gimana ketika mengatakan putus atau merasa ragu-ragu. Kamu bisa lho curhat sama Bunda di www.ibunda.id atau LINE @Ibunda.


Tanggapan mereka